News Update :
Tampilkan postingan dengan label Daun jambu biji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daun jambu biji. Tampilkan semua postingan

Daun Jambu Biji untuk DBD

Penulis : teguh on Kamis, 06 Desember 2012 | 17.50

Kamis, 06 Desember 2012

DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).

Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma’at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.

Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.

Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.

Hambat virus dengue

Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.

Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.

“Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba,” kata Suprapto.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.

Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.

Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.

Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana.

Sumber : http://alfeea.wordpress.com/2010/08/03/daun-jambu-biji-untuk-dbd/
komentar | | Read More...

Khasiat Daun Jambu Biji

Penulis : teguh on Senin, 20 Agustus 2012 | 05.55

Senin, 20 Agustus 2012

Jambu biji memiliki rasa lebih manis dibanding jambu Bangkok. Jumlah bijinya yang banyak membuat penggemarnya enggan mengunyah langsung buah jambu ini. Oleh karenanya buah jambu biji ini sering dibuat juice Jambu biji merah diyakini memiliki khasiat meningkatkan ketahanan tubuh bagi penderita demam berdarah. Khusus daun jambu biji, penelitian yang pernah dilakukan umumnya khasiatnya sebagai anti diare. Disamping itu, jambu biji mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi, anti mutagenik, anti mikroba dan analgesik. Beberepa senyawa kimia yang terkandung dalam jambu biji antara lain, polifenol, karoten, flavonoid dan tannin.

Dengan adanya kandung an senyawa itu diperkirakan daun jambu biji juga mempunyai aktivitas antioksidan yang erat khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit, kata Susi Indariani, Peneliti dari Pusat Studi Biofarmaka Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB). Susi Indariani kemudian melakukan penelitian khasiat daun jambu biji sebagai antioksidan.

Penelitian yang ia beri judul Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) bertujuan untuk mengetahui aktibitas antioksidan ekstrak daun jambu biji sekaligus membandingkan potensi antioksidan dari beberapa jenis Daun Jambu biji local sehingga diperoleh jenis daun Jambu biji local yang mempunyai potensi antioksidan terbaik.

Dalam penelitian saya melakukan beberapa uji yakni uji aktivitas antioksidan secara kimia dengan metode tiosianat, uji ektivitas antioksidan secara kimia dengan metode tiobarbiturik (TBA), dan analisa fisika, kimia serta mikrobiologi ekstrak terpilih. Susi menggunakan bahan baku daun jambu biji merah local dan jambu biji
putil local yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dari pohon yang tumbuh di pekarangan-pekarangan rumah di daerah Bantar Kambing Bogor. Daun tersebut sebelum di analisa dikeringkan terlebih dahulu.

Walhasil, pada pengujian menggunakan metode tiosianat, ekstrak daun jambu biji putih local mempunyai faktor protektif (kemampuan proteksi) mendekati vitamin E atau tokoferol yaitu sebesar 1.10.

Tokoferol sendiri mempunyai faktor protektif sebesar 1.16. Sedangkan daun jambu biji merah faktor protektifnya lebih rendah yakni kurang dari 1. Pada pegujian menggunakan metode TBA, ekstrak etanol dari daun jambu biji putih local dapat menghambat oksidasi lipida sampai 94,19 % terhadap control yang tidak diberi antioksidan. Ini berarti daun biji jambu terbukti memiliki kemampuan antioksidan. Susi juga meneliti kandungan daun jambu biji putih local. Hasil uji fitokimia ekstrak daun jambu biji menunjukkan senyawa yang terdapat dalam ekstrak adalah tannin, fenol, flavonoid, kuinon, dan steroid. Mengenai senyawa aktif yang mempunyai aktivitas aktioksidan Susi mengatakan,Perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Sumber : http://www.ipb.ac.id/
komentar | | Read More...

Ekstrak Daun Jambu Biji Naikkan Trombosit Penderita DB

Penulis : teguh on Rabu, 22 Juni 2011 | 19.45

Rabu, 22 Juni 2011

Universitas Airlangga (Unair) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya mengadakan penelitian preklinis terhadap ekstrak daun jambu biji (psidium guajava) untuk pengobatan penyakit demam berdarah (DB). Herbal ekstrak daun jambu biji itu mampu menaikkan jumlah trobosit penderita DB.

"Ada tiga faktor yang diambil manfaatnya dari ekstrak jambu biji ini, yaitu sebagai antivirus, mengurangi risiko kebocoran plasma dan dapat mengatasi trombositopenia," kata dr Suprapto Ma'at dari laboratorium Patologi Klinik FK Unair/RSUD Dr Soetomo, kepada wartawan Selasa (9/3) di Jakarta.

Menurut Suprapto yang telah melakukan uji preklinis ekstrak daun jambu biji, keampuhan daun jambu biji itu karena mengandung kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin. Senyawa tersebut, lanjutnya, berkhasiat sebagai obat antivirus dengue.

"Senyawa tanin dalam ekstrak daun jambu biji ini dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus yang berinti RNA. Kami telah melakukan uji in vitro pada mencit. Ekstrak daun jambu biji ini juga telah diberikan kepada 50 pasien DB dewasa di RS Syaiful Anwar Malang pada 1999 lalu," jelasnya.

Hasilnya, kata Suprapto, terjadi kenaikan trombosit cukup signifikan selama 24-48 jam. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya megakariosit pada sumsum tulang belakang. Megakariosit merupakan dapurnya atau tempat memproduksi trombosit di sumsum tulang belakang.

"Bila megakariosit meningkat maka trombositopenia bisa dihindarkan. Penelitian terhadap mencit yang diberikan ekstrak daun jambu biji secara oral telah membuktikan, herbal tersebut mampu menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Dan dari uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik."

"Pemberian jus jambu merah bisa dilakukan karena penderita DB membutuhkan banyak cairan. Berikan cairan apa saja yang disukai pasien tersebut termasuk jus jambu. Tetapi, porsi untuk jus jambu ini dalam sehari 1- 2 liter, tentunya jambu yang digunakan untuk jus jauh lebih banyak. Berbeda dengan ekstrak daun jambu biji ini telah dibuat dalam bentuk kapsul ukuran 55 mm."

Pemberian ekstrak daun jambu biji ini, katanya, diberikan bersama-sama dengan pemberian cairan infus pada pasien DB.

Kendala

Lebih lanjut Suprapto mengatakan meskipun penelitian telah dilakukan sejak 1999 tetap saja ada kendala. "Masalahnya pada waktu ekstrak daun jambu biji ini ditawarkan ke rumah sakit, para dokter masih menganggap itu jamu bukan obat. Maka untuk menjadi vito farmaka diperlukan uji klinis pada manusia agar nantinya bisa menjadi obat antivirus dengue."

Dalam pemberian ekstrak daun jambu biji ini hanya dikhususkan kepada pasien DB yang mengalami syok atau perdarahan. "Kalau hanya demam dengue saja cukup diberikan cairan dan dalam lima sampai tujuh hari bisa sembuh. Tetapi, untuk pasien DB yang mengalami perdarahan, perawatannya juga berbeda," kata Prof dr Sugeng Sugijanto dari FK Unair Surabaya.

Menurut pakar penyakit DB dari Tropical Desease Center FK Unair ini, apabila terdapat pasien DB yang mengalami perdarahan dan trombositnya turun di bawah 20.000, maka harus segera diberi pertolongan. "Bila terlambat memberikan pertolongan akan terjadi penyumbatan di mana-mana. Bahkan, telah ditemukan kasus anak berusia 8 tahun yang terlambat ditolong mengalami stroke karena ada penyumbatan kecil di otak," jelas Sugeng yang bersama dr M Nasirudin, dr Ugrasena untuk pasien DB anak, serta Prof dr Edy Soewandojo untuk pasien DB dewasa akan memulai uji klinis selama setahun.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Sampurno menilai penanganan pasien DB dewasa ini masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler. Sedangkan pada DB yang menyebabkan perdarahan atau kasus tertentu dokter akan memberikan trombosit bila diperlukan.

"Dengan adanya penelitian dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Unair ini diharapkan akan segera ada obat herbal antidengue yang lulus uji klinis. Biaya preklinis sebesar Rp500 juta sedangkan biaya uji klinis sebesar Rp760 juta. Semua itu ditanggung negara," kata Sampurno. (Nda/V-1)

Sumber : Media Indonesia, Jum'at 12 Maret 2004
Sumber : http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1079078654,97300,
komentar | | Read More...

Daun Jambu Biji, Cegah Perdarahan DBD

Penulis : teguh on Selasa, 12 April 2011 | 08.35

Selasa, 12 April 2011

Demam berdarah yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti ini memang disebabkan oleh virus. Dan, penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya, setelah masa kritisnya lewat.

Namun, mengobati penyakit yang bisa berujung pada kematian ini tentu tidak bisa sembarangan. Diperlukan penanganan yang tepat agar bisa sembuh, meski demam berdarah memang bisa disembuhkan dengan bahan-bahan alami alias herbal. Oleh karena itu, menurut Dr. Amarullah H. Siregar DIHom, DNMed, MSc, PhD dari Klinik Bio RX, sebelum mengobatinya, kita harus tahu lebih dulu mekanisme penyakit ini.

Karena sistem kekebalan tubuh juga diserang, sistem antibodi ini juga perlu dibereskan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alam atau mengonsumsi jus. “Kalau hanya dengan jus sudah bagus, boleh-boleh saja. Tapi, kalau belum, bisa digunakan bahan-bahan alam yang lebih spesifik. Yang lebih penting dari itu adalah mengantisipasi terjadinya perdarahan,” lanjut dokter naturopati ini.

Bagaimana cara mencegah perdarahan? Berdasarkan hasil riset, daun jambu biji adalah bahan yang paling bagus untuk menaikkan trombosit, sehingga perdarahan bisa dihindari. “Menurut penelitian, memberikan air rebusan jambu biji bisa menaikkan jumlah trombosit sampai 100.000/mm3 dalam tenggang waktu sekitar 16 jam,” papar dokter yang menempuh pendidikannya antara lain di Inggris ini.

Sedangkan penelitian pada kelompok penderita yang hanya mendapat infus dan tidak minum air rebusan daun jambu biji, trombosit baru naik setelah 33 jam. Padahal, titik rawan penyakit ini adalah 24 jam. “Kalau sudah begini, trombositnya harus segera dinaikkan,” tutur Amarullah. Memang, tuturnya, jumlah trombosit ini akan naik dengan sendirinya bila masa kritisnya sudah lewat. “Tapi masak mau menunggu sampai kritis dulu? Iya kalau selamat. Kalau enggak kan, repot.”

1 Lembar = 1 Kg

Untuk mendapatkan air rebusan daun jambu biji, menurut dokter berkacamata ini, cuci bersih lima lembar daun jambu biji, rebus dengan air sampai airnya tinggal sepertiga bagian. “Banyaknya air terserah saja, segelas boleh, sepanci juga boleh, asal direbus sampai jumlahnya tinggal sepertiga. Yang penting bukan jumlah airnya, melainkan daun jambu bijinya. Daun jambu biji merah maupun putih sama saja.”

Ia melanjutkan, daun jambu biji mengandung enzim quercetin yang berfungsi menghambat terbentuknya enzim mRNA yang ada di dalam virus. Oleh karena terhambat inilah, virus akan mati. “Jadi, selain memperbaiki trombosit, air rebusan ini juga membunuh virusnya, sekaligus menambah cairannya,” tegasnya. Bagaimana dengan jus jambu biji merah, yang selama ini dikenal sebagai obat demam berdarah?

“Boleh saja digunakan, tapi kandungan quercetin di dalam buah jambu biji ini lebih sedikit dibanding daunnya. Perbandingannya, 1 lembar daun jambu biji setara dengan 1 kg jambu biji,” jelas Amarullah. Kalau untuk air rebusan ini butuh 5 lembar daun, berarti penderita perlu mengonsumsi 5 kg jambu biji supaya setara. Untuk dosisnya, minumkan pada penderita sesering mungkin, misalnya 2-3 jam sekali.

Amarullah menambahkan, meski tidak semua penderita mengalami perdarahan, biasanya tubuh terasa remuk redam. Untuk mengatasinya, harus segera dibantu dengan antibodi yang cepat bekerja, agar tubuh segera bugar kembali. Apa antibodi yang paling bagus sekaligus membantu fungsi hati? “Antara lain temugiring dan meniran,” ujar dokter yang juga menjadi Ketua I Perhimpunan Dokter Praktisi Awet Sehat Indonesia (PERPASTI) ini.

Kalau terjadi demam dan badan linu-linu, bisa dicampur dengan adas atau kunyit. Dua bahan herbal ini bisa jadi pengganti bila temugiring dan meniran sulit ditemukan. Sebab, kunyit memiliki antiradang yang tinggi. Adas juga bagus untuk menghilangkan pegal-pegal, sehingga sirkulasi darah bisa segera lancar. Kalau perut terasa mual, bisa ditambahkan jahe merah.

Dosis Harus Tepat

Setelah dirajang, rebus bahan-bahan ini bersama daun jambu biji. Untuk ukuran bahan-bahan tersebut, menurut Amarullah sebetulnya tidak ada patokan khusus. Gunakan saja secukupnya, misalnya seruas jari atau seukuran jempol. “Bahan-bahan ini, kan, sifatnya hanya pendukung. Kalau ternyata rasanya kurang enak, boleh dicampur madu,” ujarnya.

Bolehkah daun jambu biji ini langsung dimakan tanpa direbus terlebih dulu? “Silakan. Tapi di sini kan, kita juga mengejar cairan tubuh, itu sebabnya perlu direbus. Dengan air rebusan jambu biji, tiga hal yang terjadi ketika demam berdarah bisa diatasi semuanya,” tuturnya sambil menyarankan untuk menggunakan daun jambu yang tidak terlalu tua, tapi juga tidak terlalu muda.

Adakah bahan lain yang kandungan quercetin-nya juga bagus? “Ada, antara lain bawang merah terutama kulitnya, tapi siapa pula yang mau minum air rebusan bawang merah? Alang-alang, anggur, plum, dan brokoli juga bisa, tapi repot atau mahal. Yang paling efektif, gampang didapat, dan murah adalah daun jambu biji,” urainya.

Bagaimana dengan angkak, buah bit, dan sari kurma yang konon bisa menyembuhkan demam berdarah? Menurut Amarullah, penelitian belum membuktikan hal itu. “Memang betul sari kurma bisa meningkatkan hemoglobin, tapi apakah meningkatkan trombosit? Angkak memang mengandung antioksidan tinggi, jadi baik untuk melawan racun, tapi tidak meningkatkan trombosit secara langsung. Bila perdarahan tidak terjadi, angkak memang bisa digunakan,” papar Amarullah.

Selain harus tahu lebih dulu mekanisme penyakitnya, dosis juga harus tepat, supaya tidak fatal akibatnya. Daun jambu biji yang bisa juga untuk mengobati diare, misalnya, tak boleh terlalu banyak agar tidak menimbulkan konstipasi. Pemberian angkak terlalu banyak bisa menimbulkan panas dalam, sariawan, sampai kepala pusing. Buah bit yang fungsinya untuk mengencerkan darah, dalam dosis yang tidak tepat bisa menjadikan darah terlalu encer. Akibatnya, bisa kembali terjadi perdarahan.

Sumber : Tabloid Nova, Kompas, Sabtu, 26 Juni 2010
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger