News Update :
Tampilkan postingan dengan label tips kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips kanker. Tampilkan semua postingan

7 Tips Terhindar Kanker Dari Radiasi Ponsel

Penulis : teguh on Minggu, 03 Maret 2013 | 08.39

Minggu, 03 Maret 2013

Komunikasi sudah menjadi semakin sangat maju dan canggih di era sekarang ini. Semenjak adanya alat komunikasi yang bernama ponsel, kita menjadi lebih mudah berhubungan dengan orang-orang terdekat yang kita cintai tanpa harus bertatap muka. Mungkin penulis hanya dapat mengatakan, kta harus lebih banyak bersyukur dapat hidup di era yang sangat canggih pada saat ini. Tapi, perlu anda ketahui, ternyata ada sisi negatif dengan adanya ponsel/handphone tersebut.

Menurut World Health Organization (WHO) : Cell phone use can increase possible cancer risk. Dari penyataan WHO tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan ponsel dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit kanker. Tapi kita tidak mungkin membuang atau tidak menggunakan ponsel untuk berkomunikasi agar terhindar dari kanker tersebut. Oleh karena itulah, tips kesehatan kali ini akan mengetengahkan sebuah artikel yang berkaitan dengan tips terhindar kanker dari radiasi ponsel. Sahabat, tips kesehatan, Berikut ini 7 tips terhindar kanker dari radiasi ponsel : 
  1. Anda sebaiknya menggunakan headset saat berbicara lewat ponsel/handphone yang anda miliki. Ini untuk menjauhkan sumber radiasi pada ponsel dari kepala anda.
  2. Anda sebaiknya lebih memanfaatkan SMS (Short Messange Service) pada ponsel untuk berhubungan dengan orang terdekat anda dibandingkan harus meneleponnya secara langsung. Ini juga bertujuan menjauhkan sumber radiasi ponsel dari kepala anda.
  3. Jika anda tidak menggunakan headset saat menelepon, usahakan jangan terlalu lama berbicara lewat ponsel. Ini juga bertujuan agar anda tidak terkena sumber radiasi terlalu lama saat menelepon memakai ponsel tersebut.
  4. Jangan menggunakan atau menelepon teman di ponsel anda saat kondisi sinyal ponsel lemah. Karena saat sinyal ponsel lemah, maka ponsel akan berusaha mencari sinyal dengan keras. Sehingga menambah radiasi pada ponsel yang tidak baik bagi anda, jika terkena radiasinya.
  5. Radiasi ponsel akan meningkat saat melakukan panggilan telepon. Jadi usahakan agak menjauhkan ponsel dari telinga anda saat anda memanggil teman lewat ponsel, dan mendekatkan ketelinga anda saat suara teman anda sudah terdengar. Dengan tujuan meminimalisir radiasi ponsel saat menelepon.
  6. Usahakan jangan menelepon orang lain saat anda berada di mobil atau di lift. Ini dikarenakan, ponsel akan menggunakan daya lebih atau besar saat digunakan di ruang berlogam dengan kondisi tertutup seperti di mobil maupun di lift.
  7. Tips ketujuh yaitu belilah ponsel/handphone dengan tingkat radiasi yang rendah. Ini mungkin salah satu alternatif yang dapat anda ambil untuk mengurangi bahaya radiasi yang bisa menimpa anda lewat penggunaan ponsel tersebut.
(Sumber : everydayhealth).
Image courtesy of marin at FreeDigitalPhotos.net
komentar | | Read More...

Ekstasi Bisa Obati Kanker

Penulis : teguh on Senin, 10 Desember 2012 | 07.33

Senin, 10 Desember 2012

Beberapa peneliti di Inggris mengungkapkan mereka sedang menyelidiki apakah obat yang digandrungi pecandu klub malam, ekstasi, dapat efektif dalam menyembuhkan penderita penyakit kanker darah.

Beberapa ilmuwan kesehatan di University of Birmingham di bagian tengah Inggris mengatakan bentuk obat itu yang sudah diubah mendorong kemampuannya untuk menghancurkan sel kanker sampai 100 kali lebih kuat.

Enam tahun lalu, beberapa peneliti mendapati penyakit kanker yang menyerang sel darah putih tampaknya bereaksi pada obat tertentu pada"psikotropika".

Semua itu meliputi obat penurun berat tubuh, anti-depresan jenis Prozac, dan derivatif amphetamine seperti MDMA --yang oleh masyarakat umum dikenal sebagai ekstasi, Jumat (19/8).

Para ilmuwan di Birmingham mengatakan temuan mereka sejak itu dapat mengarah kepada turunan MDMA yang kini digunakan dalam percobaan pada pasien. Turunan tersebut dapat efektif dalam mengobati kanker darah seperti leukemia, limfoma, dan myeloma.

"Ini adalah tahap lanjutan yang menarik ke arah pemanfaatan bentuk MDMA yang diubah guna membantu orang yang menderita akibat kanker darah," kata Profesor John Gordon, dari School of Immunology and Infection di University of Birmingham, sebagaimana dikutip AFP.

"Meskipun kami tak bermaksud memberi orang harapan palsu, hasil penelitian ini memiliki potensi bagi peningkatan pengobatan dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Tim tersebut mendapati bahwa dosis MDMA yang diperlukan untuk mengobati tumor akan terbukti mematikan, sehingga mereka berencana mengisolasi kandungan pembunuh kanker pada obat itu.

Mereka sekarang meneliti cara membuat molekul MDMA mampu menembus dinding sel kanker dengan mudah.

Dokter David Grant, Direktur Sains di yayasan amal Leukaemia and Lymphoma Research --yang mendanai sebagian studi tersebut, mengatakan, "Prospek untuk bisa mengincar kanker darah dengan satu obat yang dibuat dari ekstasi adalah pernyataanyang sangat menggairahkan."

"Banyak jenis limfoma tetap sulit diobati dan obat non-toksik yang efektif dan memiliki dampak sangat diperlukan," tambahnya.

Temuan tersebut disiarkan di jurnal dua-bulanan Investigational New Drugs.
-liputan6.com-
komentar | | Read More...

kanker Kulit Lebih Mudah Menyerang Pria

Penulis : teguh on Kamis, 06 Desember 2012 | 08.54

Kamis, 06 Desember 2012


Artikel Kesehatan - Tingkat antioksidan kulit yang lebih rendah menjadikan pria lebih rentan terserang kanker kulit dibanding wanita. Hal ini disampaikan peneliti kesehatan dari The Ohio State University Comprehensive Cancer Center di laman timesofindia.com, Kamis (8/12).

Para peneliti kesehatan menemukan tikus jantan memiliki kulit yang tingkat antioksidannya lebih lebih rendah di banding tikus betina. Antioksidan merupakan protein yang biasa disebut juga katalase, yang bisa menghambat kanker kulit dengan cara pembersihan hidrogen peroksida.

Kanker kulit umumnya disebabkan karena sengatan matahari yang bisa membuat kulit rusak. "Temuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki perlindungan antioksidan lebih alami di banding kulit pria," kata pemimpin riset, Gregory Lesinski dan Tatiana Oberyszyn. Tim peneliti melakukan riset dengan menggunakan tikus berbulu yang berkembang karsinoma sel skuamosa kulit.

Paling umum manusia alami kanker kulit di saat terkena paparan sinar matahari. "Sebagai hasilnya, pria mungkin lebih rentan terhadap tekanan zat oksidatif di kulit, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada pria dibandingkan dengan wanita," kata Lesinski.

Para peneliti juga menemukan obat tersebut dengan katalase topikal yang bisa menghambat migrasi sel dalam menekan kulit yang terpapar UVB. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya sel-sel pada laki-laki mungkin disebabkan relatif lebih rendah aktivitas katalase kulitnya. Bahkan, tikus jantan dengan UVB yang diinduksi tumor kulit, memiliki lebih 55 persen dari sel-sel penekan di kulit dibanding dengan rekan perempuan mereka.

"Pria menghadapi risiko yang lebih tinggi dari berbagai jenis kanker, dan tingkat yang relatif lebih tinggi dari sel-sel myeloid inflamasi mungkin berkontribusi terhadap kerentanan ini," tambah Oberyszyn yang mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of Investigative Der.
sumber : -kesehatan.liputan6.com-
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger