News Update :
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Kisah Persalinan di Pesawat Terbang

Penulis : teguh on Sabtu, 22 Desember 2012 | 01.38

Sabtu, 22 Desember 2012

Kisah Persalinan di Pesawat Terbang
Feng Yu mengerti betul bahwa melahirkan menjadi momentum tak terlupakan. Tapi, wanita 23 tahun itu tak pernah membayangkan akan menjalani proses persalinan di dalam kabin pesawat yang tengah mengudara.

Wanita asal China itu melahirkan di dalam pesawat China Eastern Airlines yang terbang dari Chengdu, Provinsi Sichuan ke Wuhan, Provinsi Hubei, seperti dikutip Shanghaidaily.

Feng Yu mengalami kontraksi hebat sesaat setelah pesawat tinggal landas. Hanya dalam 30 menit, ketubannya pecah. Kepanikan merayap setelah sejumlah pramugari gagal menemukan pekerja medis di antara penumpang pesawat Boeing 737 itu.

Melihat kondisi Feng Yu, empat pramugari yang terlatih menangani persalinan darurat di dalam pesawat pun segera membantu. Menggunakan bantal dan selimut, mereka segera mengosongkan dua bangku terakhir sebagai ruang bersalin, menyiapkan air hangat, handuk, dan boks obat-obatan darurat.

Sekitar 30 menit berjuang, bayi Feng Yu akhirnya lahir dengan selamat. Tangis bayi seberat tiga kilogram itu pecah, dan seluruh penumpang bersorak sembari bertepuk tangan.

Pramugari membalut bayi itu dengan selimut. Mempertimbangkan pesawat segera mendarat dalam tujuh menit, mereka sengaja tak memotong tali pusar karena takut terjadi infeksi.

"Saya takut saat kepala bayi mulai muncul, tapi tubuhnya masih tertahan di dalam perut ibunya. Saya menenangkan diri saya sendiri dan berusaha keras mengingat apa yang saya pelajari saat training," kata Zuo Lei, pramugari yang membantu persalinan itu.

"Kami memang mendapat pelatihan membantu persalinan darurat, tapi tidak ada di antara kami yang berpengalaman membantu persalinan sebelumnya," Zuo Lei menambahkan.

Terlepas kisah mengharukan itu, banyak orang bertanya bagaimana seorang wanita hamil tua bisa naik pesawat? Padahal aturan penerbangan tegas mengatakan bahwa wanita hamil lebih tujuh bulan tak boleh naik. Feng Yu rupanya lolos karena kandungannya tak terlampau besar dan tersamar baju tebal. (vivanews.com)
komentar | | Read More...

Teh Termahal di Dunia Tumbuh di Kotoran Panda

Teh Termahal di Dunia Tumbuh di Kotoran Panda
Kopi termahal di dunia? Sudah pasti pikiran melayang ke kopi luwak, biji kopi yang diambil dari sisa kotoran binatang luwak. Lalu, bagaimana dengan teh termahal di dunia?

Seorang pengusaha asal China, An Yanshi mengklaim menemukan rahasia untuk menghasilkan teh termahal di dunia. Rahasianya: kotoran panda.

Mantan pengajar kelas kaligrafi itu telah membeli 11 ton kotoran dari pusat penangkaran panda. Ia akan menggunakannya sebagai rabuk atau pupuk kebun teh di lereng pegunungan di Provinsi Sichuan, China Barat Daya.

Dengan penuh percaya diri, ia mengatakan segera memanen daun teh dari kebun tersebut musim semi tahun ini. Hasil panen tahap pertama itu ia klaim sebagai teh termahal di dunia seharga US$34 ribu atau sekitar Rp310 juta untuk setiap 500 gram.

Bagi penikmat teh sejati, hasil panen pertama dari sebuah perkebunan teh merupakan yang terbaik. Hasil panen berikut akan dianggap memiliki kualitas lebih rendah. Karenanya, An akan menurunkan harga untuk hasil panen berikut ke level Rp28 juta per 500 gram.

Pria berusia 41 tahun ini begitu bergairah menjalankan proyek barunya. Di tengah antusiasme sejumlah penikmat teh, ia tak peduli dengan serangkaian cemooh yang menudingnya berlebihan soal klaimnya tentang teh termahal rekaannya.

Terlepas megaproyek yang ia jalankan di tanah seluas 2,5 hektar, mantan pengajar di Universitas Sichuan itu ingin mengkampanyekan keberpihakannya terhadap lingkungan. Penggunaan kotoran panda menjadi salah satu media kampanye mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik.

"Kotoran panda kaya nutrisi, dan efeknya harus jauh lebih baik daripada pupuk kimia," kata An, seperti dilansir dari news.com.au. "Orang harus membuat hubungan yang harmonis dengan langit, bumi, dan lingkungan." (vivanews.com)
komentar | | Read More...

Anak Gadis di Nepal Harus Menikah 3 Kali dalam Hidupnya

Penulis : teguh on Sabtu, 11 Februari 2012 | 06.36

Sabtu, 11 Februari 2012


Bhintuna, gadis berusia sembilan tahun duduk sembari tersenyum dalam balutan gaun pengantin tradisional berwarna merah dan emas. Sambil memegang sebuah nampan, ia menunggu giliran dalam sebuah ritual suci pernikahannya dengan dewa pelindung dalam agama Hindu, Wisnu.

Gadis yang duduk di sekolah dasar ini hanyalah salah satu dari puluhan gadis cilik yang ikut ambil bagian dalam tradisi Bibaha IHI atau Bel, tradisi unik di Komunitas Newar di Nepal. Setiap anak perempuan yang belum mencapai masa pubertas harus melangsungkan pernikahan dengan Dewa Wisnu.

“Sangat menyenangkan. Saya senang memakai pakaian baru dan bersama begitu banyak teman,” ucap Bhintuna seperti dikutip kantor berita Reuters. Ritual yang dilakukan semua anak perempuan sebelum memasuki masa pubertas. Ini adalah satu dari tiga pernikahan dalam kehidupan setiap anak perempuan di komunitas Newar.

Dalam upacara berikutnya, para anak perempuan akan ‘menikahi’ matahari dengan menghabiskan 12 malam di ruang yang gelap pada usia 11 atau 13 tahun. Ritual ini dipercaya akan memberi perlindungan tambahan bagi setiap gadis. Sementara, pernikahan yang terakhir akan terjadi dengan suami sebenarnya, dan biasanya terjadi saat usia 25 tahun.

Kendati asal-usul tradisi Bel tidak jelas, Rajopadhyaya Rajendra, imam yang memimpin upacara mengatakan ritual telah berlangsung setidaknya selama beberapa abad terakhir. Dalam sebuah kisah, orang tua seorang gadis menikahkan anaknya kepada Dewa Wisnu yang dianggap dewa pelindung, agar anak mereka selalu dilindungi.

Ritual yang berlangsung di sebuah kuil di Kathmandu dan ditonton ratusan orang, 80 anak perempuan berusia 6 hingga 9 tahun membawa nampan dan menunggu giliran menjadi ‘pengantin’ Dewa Wisnu. Sesaji yang dibawa dalam nampan beraneka antara lain beras, pisang dan bubuk vermilion diletakkan saat mereka berada dalam pangkuan orang tua sebelum “menikahi” buah yang dibuat dari pohon apel sebagai representasi dewa Wisnu.

Setelah upacara, pengantin wanita akan makan daging kerbau dan nasi serta minum minuman keras buatan sendiri mirip vodka yang disebut “aela”.
Ibu Bhintuna, Sirjana Sakya, 36, yang duduk disamping putrinya mengatakan ritual ini mengingatkan dirinya pada pengalaman masa kecilnya. “Saya pikir anak saya akan menjadi mandiri secara emosional dan mampu mengurus dirinya sendiri dengan bawah perlindungan suaminya yang suci,” katanya.

Dia menambahkan merasa senang karena dapat menjaga budaya bangsanya. Nepal secara resmi menjadi negara sekuler dan menghapus monarki Hindu sejak 2008. Tetapi mayoritas penduduk dari keseluruhan 26,6 juta jiwa penduduk negara ini merupakan penganut Hindu taat. (eh)

Sumber: http://kosmo.vivanews.com/
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger