News Update :
Tampilkan postingan dengan label Kencing batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kencing batu. Tampilkan semua postingan

Manfaat dan Khasiat Bunga Matahari

Penulis : teguh on Rabu, 03 Oktober 2012 | 06.20

Rabu, 03 Oktober 2012

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme. Orang Perancis menyebutnya tournesol atau "pengelana Matahari". Namun demikian, sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil.

Nama ilmiah Bunga Matahari:
Helianthus annuus L

Nama daerah Bunga Matahari :
Nama-nama daerah tanaman Bunga Matahari tersebut antara lain bunga panca matoari (Minangkabau), kembang srengenge (Jawa), kembang sarengenge (Sunda), bunga ledom (Pulau Roti).

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis Bunga Matahari :
Bunga matahari bersifat rasa lembut dan netral. Bagian bunga mengandung bahan kimia seperti quercimeritrin, asam oleanolat, helianthoside A,B, dan C, serta asam echinocystat. Bagian biji bunga matahari mengandung bahan kimia seperti -sitosterol, prostaglandin E, asam kiorogenik, asam quinat, phytin, dan 3,4-benzopyrene.

Dalam 100 g minyak biji bunga matahari terdapat lemak jenuh 9,8%, lemak tak jenuh, seperti oleat 11,7% dan linoleat 72,9% , serta tidak mengandung kolesterol.

Efek farmakologis bunga matahari diantaranya menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri, antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh, seperti hormon dan enzim, merangsang pengeluaran campak, antiradang, antimalaria, peluruh air seni, pereda batuk, merangsang energi vital, menenangkan liver, serta menghilangkan rasa nyeri waktu buang air kemih.

Khasiat Bunga Matahari

1. Disentri
Cuci bersih 30 g biji bunga matahari lalu rebus deugan 1 gelas air panas. Tambahkan 30 g tumbuhan patikan kebo dan gula batu secukupnya, lalu tim selama 1 jam. Minum air rebusan biji saat hangat sekaligus 1 gelas sehari.

2. Kencing batu
Cuci bersih 25 g bunga matahari, 25 g labu bligo (Bemacasa hispida Cogn.), 25 g daun keji beling, dan 25 g rambut jagung. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum aimya sekaligus saat masih hangat 1 gelas sehari.

3. Radang payudara (mastitis)
Potong kepala bunga matahari kering tanpa biji secukupnya, sangrai sampai hangus, lalu digiling sampai menjadi bubuk. Untuk menjaga keawetan, simpan dalam toples. Seduh 10—15 g bubuk bunga dengan 1 gelas air panas. Tambahkan gula dan madu, masing-masing 1 sendok makan, lalu minum selagi hangat. Laikukan 3 kali sehari dengan dosis yang sama. Setelah pertama kali minum, diusahakan supaya berkeringat, misalnya tidur mengenakan selimut.

4. Rematik
Rebus kepala bunga matahari atau bagian tengah bunga matahari secukupnya bersama 15 g jahe sampai mendidih dan mengental. Tempelkan ramuan ke bagian yang sakit.

5. Sakit kepala
Cud 50 g bunga, 20 g jahe, dan 1 butir telur ayam utuh. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Lakukan setelah makan dan secara teratur.

6. Susah buang air besar dan kecil
Rebus 15 g akar segar bunga matahari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas lain saring. Minum sekaligus saat hangat 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas sebelum makan. Ulangi sore hari dengan dosis dan cara yang sama.

Itulah Manfaat dan Khasiat Bunga Matahari Jika ada saran dan kritik jangan ragu untuk menyampaikan. Jika ada khasiat lain yang belum tertera silakan tinggalkan komentar dalam bentuk komentar di bawah ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : http://www.togasehat.com/2012/02/khasiat-bunga-matahari.html
komentar | | Read More...

Manfaat Daun Kumis Kucing

Penulis : teguh on Sabtu, 17 September 2011 | 01.20

Sabtu, 17 September 2011

Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu.

Tanaman ini memiliki sejumlah khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Menurut buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia karya Dr Setiawan Dalimartha, seperti dikutip situs pusat data perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (Persi), bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.

Herba tanaman ini rasanya manis namun sedikit pahit. Herba kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing. Untuk mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tigha gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Bagi yang menderita infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (volume sedikit dan anyang-anyangan), bisa dicoba penyembuhannya dengan ramuan herba segar daun kumis kucing, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram lalu dicuci sampai bersih. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga gelas air hingga hanya tersisa setengahnya. Setelah dingin, air tersebut kemudian diminum masing-masing setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.

Untuk mengobati kencing batu, 90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minumlah sebanyak tiga kali sehari masing-masing sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya sembuh.

Sumber : http://www.obatherbalalami.com/2009/10/manfaat-daun-kumis-kucing.html
komentar | | Read More...

Manfaat Daun Tempuyung ( Sonchus arvensis L.)

Penulis : teguh on Selasa, 06 September 2011 | 20.44

Selasa, 06 September 2011

Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl.

Terna tahunan, tegak, 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berrusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh dan berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bungan bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabug dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, coklat kekuningan.

Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat.
Tempuyung rasanya pahit dan dingin. Berkhasiat menghilangkan panas dan racun, peluruh kencing (diuretik), penghancur batu (lipotriptik), antiurolitiasis dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia
Tempuyung mengandung
a -laktuserol,
b -laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksasterol.

Bagian yang digunakan
Daun atau seluruh tumbuhan

Indikasi
* Tempuyung dapat mengatasi:
o Batu sakuran kencing dan batu empedu
o Radang usus buntu (apendistis), radang payudara (mastitis)
o Disentri
o Wasir
o Beser mani (spermatorea)
o Darah tinggi (hipertensi)
o Pendengaran berkurang (tuli)
o rematik gout, memar
o bisul, luka bakar.

Cara Pemakaian
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15-60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar dan wasir.

Efek farmakologis dan Hasil Penenitian
Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro , menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1) daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal:
2) daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik dari pada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM 1991)

Praperlakuan flavonoid fraksi asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetraklorida (CCI 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM 1991)

Contoh Pemakaian
Radang Payudara

Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Bisul
Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

Darah Tinggi, Kandung Kencing dan Kandung Empedu Berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan ebentar. Makan sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari

Kencing Batu
Daun tempuyung kering sebanyak 250mg direbus dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Daun tempuyung, daun Advokad (Persea america) , daun sawi tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya . Setelah dingin disaring. Air yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah dan 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Pendengaran berkurang (Tuli)
Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak. Gilling sampia halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya diteteskan pada elinga yang tuli. Lakukan 3 - 4 kali sehari.

Catatan
Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
http://togaye.itgo.com/tempuyung.html
komentar | | Read More...

Tanaman herbal Indonesia – Kumis Kucing

Penulis : teguh on Jumat, 19 Agustus 2011 | 08.51

Jumat, 19 Agustus 2011

Nama latin : Orthosiphon stamineus

Nama lokal : Remujung, Remuk jung, Kumis kucing, songot kucing, sesalaseyan.

Diskripsi tanaman : Tanaman herbal ini berbentuk semak, juga mudah ditemukan disekitar kita ditemukan. Adapun ciri-ciri tanaman herbal kumis kucing ini adalah Batang basah lurus seringkali seperti kayu, tingginya bisa mencapai 1,5 m. Tanaman ini bisa tumbuh hingga ketinggian 700 dpl. Dari bunganya keluar benang sari dan putik.



Daun : Berbentuk telur taji, tepi bergerigi tajam kasar dan tak beraturan, dan biasanya menggulung kebelakang. Tulang daun dan tangkai berwarna ungu dan berbintik halus, berasa asin dan sedikit pahit. Tepi dan tulang berbulu dan pendek juga putih.



Butir serbuk : berlubang 6 ( semacam saluran ). Pada permukaan terdapat pinggiran agak tinggi, berbentuk jala.



Kandungan zat dalam kumis kucing : Kalium, Saponin, minyak atsiri, zat samak, lemak dan glucosit orthosiphonin.



Tanaman herbal jenis ini (kumis kucing) juga termasuk tanaman yang memiliki banyak kandungan zat berkhasiat (sebagaimana tersebut diatas), sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan sebagai obat herbal. Adapun pemanfaatan untukl pengobatan adalah sebagai berikut :



1. Untuk mengobati batu ginjal. Ambil kumis kucing 5 gr. Meniran (sudah ditumbuk) 7 gr, atau daun meniran 1 genggam, jagung muda atau juga bisa dengan rambut jagung 1 genggam, keji beling 3,5 gr. biji kayu anyang 7 gram, sawi lemah 7 tumbuhan. Semua bahan dikeringkan dan di rajang halus lalu dicampur. Tiap hari 2 sendok besar ditambah dengan air belanda,. Dimium 2-3 kali sampai habis.



2. Batu ginjal resep II : Ambil; meniran 15 gr. Daun murbei 15 gr, daun rem,ujung (kumis kucing) 80 gr, bonggol jagung muda 70 mgr. Semua bahan dicampur dan digiling halus dan dicampur dengan air panas,. Tiap hari 6 gr dari campuran itu lalu diseduh diminum 1 hari sekali sampai sembuh.



3. Infeksi saluran kencing, sering buang air kecil sedikit-sedikit (anyan-anyangen) : Gunakan herba meniran, kumis kucing dan alang-alang masing-masing 30 gram. Semuanya di bersihkan terlebih dahulu dengan dicuci, potong kecil-kecil, rebus dengan air sebanyak 3 gelas didihkan dan sisakan setengahnya. Setelah dingin minum masing-masing setengah gelas 3 x sehari.



4. Kencing batu : Gunakan tanaman herbal kumis kucing sebanyak 90 gram. Bersihkan dengan dicuci terlebih dahulu. Rebus dengan air 1 liter. Didihkan dan sisakan 750 ml. Setelah dingin minum 3 kali sehari-hari masing-masing 1/3 bagian.



5. Demam : Gunakan kumis kucing yang telah dibersihkan terlebih dahulu dengan dicuci sebanyak 100 gr. Rebus dengan air sebanyak 2 liter. Dinginkan dan saringlah. Selanjutnya diminum sekali sehari.



6. Darah tinggi : Gunakan kumis kucing yang telah kering sebanyak 50 gr. Bersihkan terlebih dahulku dengan dicuci. Setelah itu rebus dengan air, saring dan dinginkan. Apabila menggunakan daun yang masih basah seduh sebagaimana menyeduh teh. Minum sehari 1 gelas.



Sumber : http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-herbal-indonesia-kumis-kucing/

komentar | | Read More...

Manfaat Bunga Anyelir

Penulis : teguh on Sabtu, 14 Mei 2011 | 04.51

Sabtu, 14 Mei 2011

Bunga Anyelir (Dianthus superbus L.) dikenal sebagai tanaman hias. Selain itu juga untuk dirangkai sebagai karangan bunga. Fungsi lain, anyelir berguna bagi kesehatan. Bunga Anyelir Serta Khasiatnya sudah menjadi rahasia umum. Pengobatan tradisional Tiongkok memanfaatkan bunga ini untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, wasir dan kencing batu.

Ada dua jenis tanaman anyelir yaitu jenis satu bunga bagi setiap tangkai dan jenis `spray', banyak bunga bagi setiap tangkai.
Anyelir dapat hidup selama 18-20 bulan. Tanaman ini dapat mencapai ketinggian sampai 2 meter, namun untuk dapat tumbuh tegak ia harus diikat dengan penyokong. Garis pusat batang tanaman bunga anyelir dapat mencapai 1 cm. dan biasanya membengkak pada buku/ruas.

Kandungan:
- Saponin

Khasiat Bunga Anyelir :
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, anyelir digunakan sebagai obat untuk penyakit:
- infeksi salurah kemih
- kencing batu
- sembelit

Sedangkan untuk obat luar, anyelir digunakan untuk mengobati radang kulit dan pembengkakan. jadi Bunga Anyelir banyak juga manfaatnya, terutama untuk masalah pencernaan dan buang air. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan baru.
komentar | | Read More...

Anyelir, Herbal Cantik Anti Radang Obati Kencing Batu - Pusing

Penulis : teguh on Jumat, 29 April 2011 | 01.00

Jumat, 29 April 2011

Anyelir (Dianthus superbus L.) dikenal sebagai tanaman hias. Selain itu juga untuk dirangkai sebagai karangan bunga. Fungsi lain, anyelir berguna bagi kesehatan. Pengobatan tradisional Tiongkok memanfaatkan bunga ini untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, wasir dan kencing batu.

Ciri-ciri:

Habitus: Terna, menahun, tinggi 30-100 cm Batang Bulat, beruas-ruas, licin, permukaan berlilin, hijau kebiruan

Daun: Tunggal, tersebar, duduk berkarang, tanpa tangkai daun, pangkal memeluk batang, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-10 cm, lebar 5-10 mm, pertulangan sejajar, permukaan licin, tebal, hijau

Bunga: Majemuk, bentuk malai, terletak di ujung batang atau di ketiak daun, bunga sempurma, berkelamin ganda, dasar kelopak berlekatan membentuk tabung, ujung bergerigi, panjang 2-3 cm, benang sari dan putik tidak tampak, mahkota berlepasan, bentuk asimetris, panjang 3-5 cm, halus, warna merah muda, berbau harum

Buah: Bentuk elips, kecil, coklat
Biji: Bentuk elips, kecil, lunak, putih
Akar: Serabut, berwarna putih kehitaman

Ekologi dan Penyebaran

Merupakan tumbuhan yang umum dibudidayakan sebagai tanaman hias di kebun-kebun atau pekarangan. Tumbuh baik di daerah pegunungan pada ketinggian 1.000 m sampai 1.800 m di atas permukaan laut. Menyukai tanah yang gembur dan subur dan dapat dipanen sepanjang tahun.

Kandungan Kimia

Daun dan bunga anyelir mengandung alkaloida dan saponin, di samping itu bunganya juga mengandung flavonoida dan minyak atsiri.

Khasiat

Daun dan bunga anyelir berkhasiat sebagai obat diare, penenang dan anti radang. Untuk obat diare, daun anyelir segar sebanyak 60 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air dingin diminum sekaligus. sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah Lakukan pengobatan’ sebanyak 3 kali sehari. Sedangkan untuk obat pusing, bunga anyelir segar sebanyak 10 gram, dicuci dan dipotong kecil-kecil kemudian direndam dalam 200 ml air mendidih seiama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, anyelir digunakan sebagai obat untuk penyakit:
- infeksi salurah kemih
- kencing batu
- sembelit

Sedangkan untuk obat luar, anyelir digunakan untuk mengobati radang kulit dan pembengkakan.
Sumber : www.suaramedia.com
komentar | | Read More...

Alpokat untuk darah tinggi hingga diabetes

Penulis : teguh on Selasa, 11 Januari 2011 | 23.42

Selasa, 11 Januari 2011

Alpokat (Persea gratissima Gaertn)
Sinonim : P. americana, Mill.
Familia : Lauraceae
Uraian :

Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya.

Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul.

Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. Minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

Nama Lokal :
Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Daun : Rasa pahit, kelat. Peluruh kencing.
Biji : Anti radang, menghilangkan sakit.

KANDUNGAN KIMIA : Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
* Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala;
* Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,;
* Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,;
* Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.;

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daging buah, daun, biji.

KEGUNAAN:
Daging buah :
- Sariawan.
- Melembabkan kulit kering.
Daun :
- Kencing batu.
- Darah tinggi,
- sakit kepala.
- Nyeri syaraf.
- Nyeri lambung.
- Saluran napas membengkak (bronchial swellings).
- Menstruasi tidak teratur.
Biji :
- Sakit gigi.
- Kencing manis.

PEMAKAIAN.
Untuk minum : 3-6 lembar daun.
Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.

CARA PEMAKAIAN:

1. Sariawan:
Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

2. Kencing batu:
4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

3. Darah tinggi :
3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.

4. Kulit muka kering :
Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.

5. Sakit gigi berlubang :
Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.

6. Bengkak karena Peradangan :
Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.

7. Kencing manis :
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.

8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian: Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975).

Sumber : http://cariobat.blogspot.com/
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger