News Update :
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan

Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)

Penulis : teguh on Minggu, 23 Desember 2012 | 10.19

Minggu, 23 Desember 2012


Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)
Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)Mahkota dewa bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Asal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah papua Irian Jaya. Disana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1200 mdpl.

Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih dan harum.

Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setalah masak. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan.
Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING - NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).

Khasiat Mahkota dewa

  • Diabetes
  • Darah tinggi
  • Kolesterol
  • Asam urat
  • Reumatik
  • Masuk angin
  • Flu tulang
  • Jantung
  • Kesemutan
  • Lever
  • Stroke
  • Ginjal
  • Alergi dan gatal
  • Melancarkan darah
  • Keputihan
  • Ambeien
  • Asma
  • Sesak nafas
  • Maag
  • Hepatitis
Kandungan Kimia
Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.

Bagian yang digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.

Indikasi
Kulit buah dan daging buah digunakan untuk :

  1. Disentri
  2. psoriasis
  3. Jerawat
Daun dan biji digunakan untuk pengobatan :
Penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal

Cara pemakaian
  1. Ambil 5-7 irisan mahkotadewa kering, lalu seduh dengan air panas hingga satu gelas penuh (200ml).
  2. Bila tidak mengidap penyakit gula (Diabetes) dapat di tambahkan gula jawa atau gula pasir secukupnya.
  3. Minum secara teratur pagi dan sore hari masing-masing satu gelas.
  4. Dapat juga diminum sebagai minuman teh biasa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anda.
  5. Diminum untuk mengatasi keluhan / penyakit-penyakit di atas atau ketika badan terasa meriang / capek dan pegal-pegal.
komentar | | Read More...

Rosella (Hisbiscus sabdariffa L.)

Rosella atau Roselle (Hisbiscus sabdariffa L.)
Rosella atau Roselle (Hisbiscus sabdariffa L.)Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.

Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa sirup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.

Bagian yang digunakan : Bunga, daun dan biji

Dari penelitian terbukti bahwa kelopak bunga Roselle mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Roselle mengurangi efek alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Roselle juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Roselle sebagai Farmakologi.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Roselle mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.

Manfaat kelopak bunga Rosella :

  1. Dapat mengurangi kepekatan/kekentalan darah
  2. Membantu proses pencernaan
  3. Mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal
  4. Penyaring racun pada tubuh
  5. Mencegah kekurangan Vitamin C
  6. Melancarkan peredaran darah
  7. Melancarkan buang air besar
  8. Menurunkan kadar penyerapan alkohol
  9. Penahan kekejangan
Penyakit yang dapat diobati :
  • Kanker
  • Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )
  • Batu Ginjal
  • Batuk
  • Lemah syahwat
  • Lesu
  • Demam
  • Tekanan Perasaan
  • Gusi berdarah
  • Penyakit kulit
  • Gigitan Serangga
  • Luka
  • Kurang darah
Cara pemakaian :
Ambil 3-6 kelopak bunga rosella kering ke dalam cangkir ato teko, tuangkan +/- 300 cc air panas/ hangat, lebih baik bila wadah di tutup rapat, tunggu 5 menit / lebih sambil diaduk (sesuai selera untuk mendapatkan warna yang diinginkan), siap minum.
Tambahkan gula atau madu secukupnya untuk memberi rasa manis dan segar.
komentar | | Read More...

Herbal Daun Jati Cina ( Senna Leaf ), Cassia Angustifolia.

Daun Jati Cina ( Senna Leaf ), Cassia Angustifolia.Senna atau daun jati cina adalah tanaman asli Afrika, Timur Tengah (khususnya Mesir dan Sudan). Pertama kali diperkenalkan pada abad ke-9 karena efek medisnya oleh ahli medis Arab, Serapion dan Sesue yang kemudian memberinya nama dalam bahasa Arab dan menggunakannnya sebagai laxative atau obat pencahar.

Cassia Acutifolia disebut juga Senna Alexandrina/Cassia senna diekspor dari Mesir melalui Kairo dan Laut Merah. Diberi nama Senna Alexandria dan Senna Mesir karena pada saat itu pelabuhan perdagangan utama di Mesir bernama Alexandria. Buah dan daun diperdagangkan melalui jalur dari Nubia dan Sudan dan tempat lain ke Alexandria dan dari situ diseberangkan melalui Laut Mediterania ke Eropa dan perbatasan Asia. Cassia angustifolia dari India diseberangkan dari India melaui Madras. Tahun 1640 dikembangbiakkan dan dimanfaatkan di Inggris karena kandungan pencaharnya.

Cassia angustifolia terdaftar secara resmi di British Pharmacopoeia and the United States Pharmacopoeia, dan herbal ini adalah satu dari sekian banyak herbal obat yang disetujui FDA Amerika sebagai OTC dan menjadi herbal yang paling banyak digunakan di Amerika. Di Jerman daun dan buah Senna merupakan lisensi sebagai obat berstandar, resmi tercantum di German Pharmacopoeia dan diterima di Commission E monographs.

KANDUNGAN
Mengandung 3 % Glikosida dianthron (sennoside A, B, C, D, E, F, G). Sejumlah kecil antrakinon termasuk aloe-emodin dan rhein 8-glukosida ; 10% mucilago; tannin, flavonoid, naftalen.

MEKANISME KERJA
Efek pengobatan dari Daun Senna (daun jati cina) dikarenakan kandungan glikosida antrakinon terutama senosid A dan B. Penguraian glikosida antrakuinon dalam saluran pencernaan dapat terjadi dalam 2 cara :
  1. Glikosida tidak diserap dalam usus bagian atas tetapi diurai oleh mikroflora dalam usus besar menjadi aglikon aktif, secara principal rhein anthron yang menimbulkan efek laksatif pada usus besar .
  2. Adanya empedu dan gula, aglikon bebas dapat diserap masuk ke dalam aliran darah dan dikeluarkan kemudian ke dalam usus besar. Hasil akhirnya Auerbach plexus menghasilkan peningkatan kontraksi otot usus. Selain itu kandungan mucilage mengurangio penyerapan cairan yang menyebabkan peningkatan kerja laksatif.
FARMAKOLOGI KLINIK
Waktu aksi senna (daun jati cina) berkisar antara 8-10 jam, sehingga sebaiknya diminum pada waktu malam. Senosida dapat menghilangkan keluhan konstipasi pasien (irritable bowel syndrome). Pada dosis terapi tidak ditemukan adanya gangguan kebiasaan waktu defekasi; dapat melunakkan tinja dan meningkatkan kecepatan transit makanan dalam kolon melalui peningkatan gerakan peristaltik. Senosida sedikit diserap pada bagian atas saluran gastrointestinal.

MANFAAT MEDIS
  • Pencahar untuk mengatasi sembelit/konstipasi, ambeien, setelah operasi rectal anal, pengosongan lambung sebelum foto rontgent,
  • Antiinflammatory (anti bengkak)
  • Regenerasi Sel
  • Obat cuci perut (colon cleansing)
  • Detoksifikasi
DOSIS
1-2 gram daun kering jati cina dilarutkan dalam 150 ml air panas lalu di minum. Untuk konstipasi diminum saat malam hari sebelum tidur atau pagi hari. Dosis harian rata-rata sebagai laksatif 10-30 mg hidroksiantrakinon.

smber : www.skanutraceutical.com
Manfaat tambahan daun jati Cina:
  1. Mengurangi kolesterol, apabila anda makan yang kaya akan karbohidrat dan kolesterol tinggi minumlah teh ini.
  2. Akan membersihkan sisa-sisa kotoran pada usus anda. Sehingga kotoran pada usus yang sudah lama dan melekat akan terbuang melalui BAB.
  3. Teh Daun Jati Cina ini cocok bagi pria dan wanita yang memiliki kelebihan berat badan.
komentar | | Read More...

Herbal Teh Hijau ( sebagai antioksidan & mencegah kanker )

Teh HijauAnda suka mengkonsumsi teh? jika anda salah satu penikmat teh saat bersantai ataupun setiap pagi hari, cobalah untuk mengkonsumsi teh hijau, selain rasanya yang lebih sedap, manfaatnya pun sangat banyak.

Manfaat Teh Hijau seolah tiada habisnya, Karena memang begitu banyak kegunaan teh yang enak diminum tanpa gula ini. misalnya menurunkan tekanan darah, sebagai antioksidan kuat hingga mencegah kanker.

Teh hijau sangat sehat di konsumsi tiap hari, mari kita intip beberapa khasiat teh hijau ini.

1. Menjaga kesehatan kulit
Entah tangan Anda teriris, terbakar atau tersengat lebah? Seduh saja teh hijau, celupkan cotton pad dan oleskan pada daerah luka. Teh merupakan antiseptik alami yang meredakan rasa gatal dan pembengkakan. Saat jerawat tumbuh atau kulit seperti terbakar atau kantung mata, secepatnya gunakan celupan teh hijau untuk solusinya. Bukan hanya itu saja, Di laboratorium, teh hijau membantu menghalangi sinar matahari yag dapat memicu kanker, apakah dengan cara meminumnya langsung atau mengaplikasikannya ke kulit. Jika diaplikasikan langsung ke kulit, teh hijau dapat berperan sebagai tabir surya dan pelembab. Maka, pilih pelembab yang mengandung teh hijau demi keindahan dan kecantikan kulit.

2. Mengurangi risiko kanker
Sejumlah polifenol, merupakan antioksidan ampuh yang terdapat pada teh hijau, tampaknya bermanfaat untuk mencegah sel kanker berkembang biak di tubuh dengan cara menghambat pertumbuhannya dan menutup terjadinya pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembag. Studi demi studi menunjukkan bahwa orang yang minum teh hijau secara teratur berhasil mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, lambung, tenggorokan, kolon dan atau prostat.

3. Menstabilkan tekanan darah
Dengan pembuluh darah yang terjaga sehat, yaitu terharga di kisaran 120/80, sangat berharga bagi kita. Mancri cara bagaimana level ini dapat tercapai merupakan ‘pekerjaan rumah’ bagi kita. Mau cara sederhana? Cobalah minum setengah cangkir teh hijau per hari tampaknya terhindar dari tekanan darah tinggi hingga 50% dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Terima kasih sekali lagi kepada polifenol (yang juga dikenal sebagai ECGC). Senyawa pada teh ini membantu menjaga pembuluh darah dari risiko berkontraksi dan meningkatnya tekanan darah.

4. Menjaga daya ingat

Teh hijau juga membantu otak untuk tetap ingat, alias tidak mudah pikun. Para orangtua yang rajin minum teh setidaknya dua cangkir setiap hari tampaknya kurang begitu memiliki masalah kognitif dibanding mereka yang tidak suka minum teh. Sekal8i lagi hal ini dihubungkan dengan kandungan antioksidan pada teh untuk melawan radikal bebas yang merusak saraf otak seperti pada kasus Alzheimer dan Parkinson.

5. Awet muda
Siapa tak mau awet muda? Kuncinya ada pada arteri. Semakin muda dan semakin sehat arteri, maka akan makin sehat dan muda juga tubuh kita. Jadi cegah penimbunan plak pada dinding arteri yang merupakan risiko serangan jantung dan stroke agar umur lebih panjang. Berapa banyak teh hijau yang dibutuhkan untuk ini? Sekira 10 ons per hari, yang juga bermanfaat untuk mencegah penimbunan lemak tubuh dan kolesterol.

6.Turun berat badan
Nah, ini yang mungkin paling diharapkan. Minum teh hijau secara teratur dan sebagai bonusnya badan tetap langsing menawan, karena teh berperan mempercepat proses pembakaran kalori dalam tubuh.

komentar | | Read More...

Herbal Jati Belanda ( Guazauma Ulmifolia )

Jati Belanda (Guazauma Ulmifolia)
Jati Belanda ( Guazauma Ulmifolia )Jati Belanda merupakan tanaman obat yang berfungsi menguruskan badan atau menurunkan berat badan. Jati Belanda ( Guazauma Ulmifolia ) berasal dari Amerika. di Pulau jawa tumbuhan ini tumbuh liar. Nama lain jati belanda adalah jati londo asing guasima (Mexico), Bastard cedar (Inggris).

Kandungan dan Manfaat Jati Belanda adalah mengandung kafein,sterol dan amsa fenolat. Tanin dan musilago yang terdapat dalam jati belanda mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan usus halus. Sehingga mengurangi penyerapan makanan. Obesitas dapat terhambat.

Menurut penelitian Jati Belanda berfunsi untuk menurunkan kadar kolesterol ( Monica 2000, dalam suharmiati dan herti, 2003)

Daun jati belanda berkhasiat sebagai obat pelangsing tubuh dan bijinya sebagai obat mencret,obat penyakit cacing,kaki gajah, menciutkan urat darah. Pemakaian jati belanda dalam jangka panjang tidak mempengaruhi fungsi lever atau hati. Tanaman ini juga berfungsi menurunkan berat badan, melarutkan lemak, anti diare.

ATURAN PAKAI :
Ambil segenggam daun jati belanda kemudian cuci, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai menyusut jadi 1 gelas, Setelah dingin kemudian disaring. Minum 2 X 1hari.

komentar | | Read More...

Herbal Benalu Teh (Dendrophthoe Pentandra)

Benalu Teh (Dendrophthoe Pentandra)
Benalu Teh (Dendrophthoe Pentandra)Benalu atau kemladeyan lebih dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan perusak tanaman perkebunan. Tanaman yang hidup pada tumbuhan berkayu ini dapat mematikan inang yang ditumpanginya.

Sebagai tumbuhan parasit, benalu hidup dengan mengambil nutrisi dasar yang dimiliki oleh inang untuk selanjutnya diolah menjadi makanan dan energi guna kepentingan tumbuh benalu tersebut. Karena benalu mengambil nutrisi dasar dari inang, maka sebagian kandungan senyawa yang terdapat di dalam benalu menyerupai inang tersebut.

Di balik daya perusak benalu, ternyata terdapat berbagai manfaat yang luar biasa. Di dalam dunia pengobatan, khususnya kanker, tumbuhan yang sebagian besar penyebarannya dibantu oleh burung ini sudah tidak asing lagi.

Salah satu jenis benalu yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah benalu teh. Benalu teh tidak diragukan lagi manfaatnya sebagai tumbuhan yang berkhasiat anti kanker. Bahkan harganya pun sudah melambung tinggi. Terdapat lebih dari satu spesies benalu teh. Antara lain Macrosolen Cochincinensis dan Scurrula Atropurpurea.

Khasiat benalu diduga berasal dari khasiat senyawa inang yang diisap oleh benalu. Seperti contohnya benalu teh yang berkhasiat anti kanker, khasiat tersebut diduga diperoleh dari senyawa flavon yang terdapat pada tanaman teh. Sehingga semula benalu yang tumbuh pada tanaman lain seperti benalu randu, benalu waru, dan lain sebagainya dianggap kurang berguna.

Benalu teh terbukti secara in vitro dapat menghambat tumor crown gall dan penelitian deteksi aktivitas asparaginase dalam benalu teh dapat menghidrolisa asparagin. Asparaginase adalah enzim katalisator yang berperan menghidrolisa asparagin menjadi asam aspartat dan amonia. Dengan demikian sel kanker kekurangan asparagin yang berakibat kematian sel.

Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit?
Menurut Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flavanones, c-glycoflavonols dan flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertanggung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.

Dalam ilmu farmasi, flavaoid dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, mencegah keracunan hati, antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah, antialergi, dan antikanker.

Keberadaan flavanoid itu didukung oleh zat-zat lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydroproline, myo-inositol, dan chiroinosotils. Sementara benalu famili Loranthaceae diyakini banyak mengandung tanin. Senyawa ini terdapat pada tanaman benalu, berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang. Dalam ilmu farmasi, tanin kerap digunakan sebagai obat diare, penawar racun, antivirus, antikanker, dan anti-HIV.

Berikut beberapa khasiat benalu teh, antara lain:
  1. Membantu mengobati berbagai penyakit kanker atau tumor (kanker rahim, kanker payudara, kanker usus, kista).
  2. Membantu mengobati penyakit batu ginjal, gondok.
  3. Membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
  4. Membantu menurunkan darah tinggi, sakit pinggang, rheumatic, encok, dll.
  5. Menghaluskan kulit muka dan menjadikan awet muda.
CARA PENGGUNAAN :
  • Ambil 1 (satu) genggam Benalu teh (+ 40 gram) direbus dengan 2 liter air, tunggu hingga airnya tinggal setengah ( 1 liter).
  • Kemudian saring dan biarkan satu malam (diembunkan) di dalam wadah tertutup di dalam rumah. Paling baik diminum pagi hari sebelum makan.
Takaran :
* 3 s/d 5 kali sehari untuk pengobatan
* 1 s/d 2 kali sehari untuk pencegahan


Sumber: http://nuansaonline.net
Benalu Teh (Dendrophthoe Pentandra)
komentar | | Read More...

Herbal Sambiloto (Andrographis paniculata Ness)

Sambiloto (Andrographis paniculata Ness).
Sambiloto (Andrographis paniculata Ness)Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lernbap, atau di pekarangan.
Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna semusim, tinggi 50 - 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwadrangularis) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panj ang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah mernbujur menjadi 4 keping-Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda.

Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Syarat Tumbuh
a. Iklim
Ketinggian tempat : 1 m - 700 m di atas permukaan laut ·
Curah hujan tahunan : 2.000 mm - 3.000 mm/tahun ·
Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan ·
Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 7 bulan ·
Suhu udara : 250 C - 320 C ·
Kelembapan : sedang
enyinaran : sedang

b. Tanah
Tekstur : berpasir ·
Drainase : baik ·
Kedalaman air tanah : 200 cm - 300 cm dari permukaan tanah ·
Kedalaman perakaran : di atas 25 cm dari permukaan tanah ·
Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,5 ·
Kesuburan : sedang

Pedoman Bertanam
  • Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm
  • Persiapan bibit · Biji disemaikan dalam kantong plastik.
  • Penanaman · Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam 1,5m x 1,5m
Nama Lokal :
Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda)
bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa)
pepaitan (Sumatra)
Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China)
xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam)
kirata, mahatitka (India/Pakistan)
Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris)

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Herbal dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.

INDIKASI :
Herba sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:

  1. Hepatitis, infeksi saluran empedu,
  2. Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis)
  3. Demam malaria
  4. Kencing nanah (gonore), kencing manis (DM)
  5. TB paru, skrofuloderma, sesak napas (asma)
  6. Darah tinggi (hipertensi)
  7. Kusta (morbus hansen = lepra)
  8. Leptospirosis
  9. Kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.
CARA PEMAKAIAN :
  • Herba kering sebanyak 10 - 20gr direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3 - 4 kali sehari, 4 - 6 tablet.
  • Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet.
  • Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tifoid

Daun sambiloto segar sebanyak 10 - 15 lembar direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan
madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.
2. Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum
sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
3. Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan
selama 3 - 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang
terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g
sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali
masing-masing 1/3 bagian.
4. Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air
panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 - 4 kali sehari.
5. Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan
1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang
digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.
6. TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu
secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5
cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 - 3 kali, setiap
kali minum 15 - 30 pil.
7. Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5 - 7 lembar diseduh dengan 1/2
cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk.
Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.
8. Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 - 4,5 g diseduh dengan
air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum
sekaligus.
9. Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air
matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.
10. Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali
sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling
halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.
11.
Kencing manis /Diabetes Mellitus
Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.
Sumber : iptek.net.id
komentar | | Read More...

Herbal Keladi Tikus - Typhonium flagelliforme (Lodd)

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme).
Keladi Tikus - Typhonium flagelliforme (Lodd)Keladi tikus adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.

Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia.

Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah.

Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.

Beberapa tahun kemudian, khasiat Keladi Tikus menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli pengobatan alami maupun kimia. Apalagi mulai ditemukannya pasien yang sembuh dari penyakit kanker karena mengkonsumsi tanaman ini. Seperti yang diceritakan oleh Drs. Pattopai, pensiunan Departemen Pertanian yang juga menjadi orang pertama yang menemukan tanaman ini di Indonesia.

Pria ini memiliki istri yang menederita kanker payudara stadium III dan menjalani kemoterapi. Rasa tersiksa usai menjalani kemoterapi kerap dialaminya, kemudian Pattopai mencari obat alternatif sampai ke Malaysia. Di Malaysia tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku yang membahas tentang khasiat tanaman keladi tikus karya Prof. Chris Teo. Setelah kembali ke Indonesia ia segera mencari tanaman tersebut yang akhirnya ia dapat di Pekalongan, Jawa Tengah.

Setetelah itu ia meracik tanaman tersebut sesuai yang dianjurkan dalm buku tersebut dan anjuran langsung Prof. Chris Teo. Setelah mengkonsumsi ramuan tersbut perlahan istri Pattopai mulai mengalami penurunan efek samping kemoterapi. Rambutnya tidak lagi rontok dan nafsu makannya kembali. Setelah tiga bulan pengobatan, Pattopai memeriksakan istrinya ke dokter dan hasilnya negatif kanker.

Namun beberapa kalangan mengingatkan penggunaan tanaman obat ini. Mereka memang tidak ragu akan khasiatnya. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatife dan antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh.

Lain lagi menurut Angela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001.
komentar | | Read More...

Herbal Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb)

Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb)
Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb)Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah satu jenis temu-temuan yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Selain itu, temulawak merupakan sumber bahan pangan , pewarna, bahan baku industri (seperti kosmetika), maupun dibuat makanan atau minuman segar. Temulawak telah dibudidayakan dan banyak ditanam di pekarangan atau tegalan, juga sering ditemukan tumbuh liar di hutan jati atau padang alang-alang. Tanaman ini lebih produktif pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari dan dapat tumbuh mulaid ari dataran rendah sampai dataran tinggi. Akan tetapi, untuk mencapai hasil yang maksimal, sebaiknya ditanam pada ketinggian sekitar 200-600 mdpl.

Terna tahunan (perennial) ini tumbuh merumpun dengan batang semua yang tumbuh dari rimpangnya. Batang semu berasal dari pelepah-pelepah daun yang saling menutup membentuk batang. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 2 meter. Tiap tanaman berdaun 2-9 helai, berbentuk bulat memanjang atau lanset, panjang 31-84 cm, lebar 10-18 cm, berwarna hijau, berwarna merah keunguan. Perbungaan termasuk tipe exantha, yaitu jenis temu yang bunganya keluar langsung dari rimpangnya yang panjangnya mencapai 40-60 cm.

Bunga mejemuk berbentuk bulir, bulat panjang, panjang 9-23 cm, lebar 4-6 cm. Bunga muncul secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar dan beraneka ragam dalam warna dan ukurannya. Mahkota bunga berwarna merah. Bunga mekar pada pagi hari dan berangsur-angsur layu di sore hari. Sejauh ini, temulawak belum eprnah dilaporkan menghasilkan buah atau biji. Rimpang dibedakan atas rimpang induk (empu) dan rimpang cabang. Rimpang induk berbentuk jorong atau gelondong, berwarna kuning tua atau coklat kemerahan, bagian dalam berwarna jingga cokelat. Rimpang cabang keluar dari rimpang induk, ukurannya lebih kecil, tumbuhnya kearah samping, bentuknya bermacam-macam dan warnanya lebih muda.

Akar-akar dibagian ujung membengkak, membentuk umbi yang kecil. Rimpang temulawak termasuk yang paling besar diantara semua rimpang marga Curcuma. Rimpangnya dipanen jika bagian-bagian tanaman yang ada diatas tanah sudah mulai kering dan mati. Biasanya sekitar 9-24 bulan. Sebagian ahli taksonomi menganggap bahwa temulawak merupakan bentuk variasi intraspesifikiasi dari Curcuma zedoaria.

Sebagai ramuan obat tradisional, temulawak dapat digunakan sebagai bahan obat utama (remedium cardinale), bahan obat penunjang (remedium adjuvans), pemberi warna (corrigentia coloris) maupun penambah aroma (corrigentia odoris). Secara empiris, temulawak digunakan sebagai obat dalam bentuk tunggal maupun campuran. Temulawak dapat digunakan untuk mengatasi gangguan hati dan penyakit kuning, baik berupa rebusan meupun seduhan rimpang yang dijadikan bubuk. Pati rimpang temulawak, dapat digunakan untuk makanan bayi atau sebagai pembuat kue. Temulawak dapat diperbanyak dengan rimpang yang telah berumur 9 bulan lebih.

Sifat dan Khasiat
Rimpang berbau aromatik tajam, rasanya pahit agak pedas. Temulawak mempunyai khasiat laktagoga, kolagoga, antiinflamasi, tonikum dan diuretik. Minyak asiri temulawak, juga berkhasiat fungistatik pada berbagai jenis jamur dan bakteriostatik pada mikroba Staphyllococcus sp. dan Salmonella sp.
Aktivitias kolagoga rimpang temulawak ditandai dengan meningkatnya produksi dan sekresi empedu yang bekerja kolekinetik dan koleretik. Kerja kolekinetik dilakukan oleh fraksi kurkuminoid, sedangkan kerja kolerotik dilakukan oleh komponen dari fraksi minyak asiri. Denga meningkatnya pengeluaran cairan empedu maka partikel padat dalam kandung empedu berkurang. Keadaan ini akan mengurangi kolik empedu, perut kembung akibat gangguan metabolisme lemak, dan menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi.

Aktivitas anti tumor dilakukan terhadap mencit dengan sacroma 180 ascites (Itokawa, 1985). Berdasarkan hasil penelitian, akurkumen mempunyai aktivitas antitumor yang tinggi, sifatnya tergantung pada besarnya dosis yang diberikan.

Kandungan Kimia
Temulawak terdiri dari fraksi pati, kurkuminoid dan minyak asiri (3-12 %). Fraksi Pati merupakan kandungan terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar minyaknya semakin tinggi.
Pati temulawak terdiri dari abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kurkuminoid, kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, mangan dan kadnium (Sidik, 1985). pati rimpang temulawak dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan untuk bahan makanan atau campuran bahan makanan.

Fraksi kurkuminoid mempunyai aroma khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin yang mempunyai aktivitas antiradang dan desmetoksikurkumin.

Minyak asiri berupa cairan berwarna kuning atau kuning jingga, berbau aromatik tajam. Komposisinya tergantung pada umur rimpang, tempat tumbuh, teknik isolasi, teknik analisis, perbedaan klon varietas dan sebagainya. Oei Ban Liang (1985) denga metode kromatografi gas mendeteksi 31 komponen yang terkandung dalam temulawak. Beberapa diantaranya merupakan komponen minyak khas asiri temulawak, yaitu isofuranogermakren, trisiklin, allo-aromadendren, germaken dan xanthorrhizol. Selain itu, terdapat komponen lain yang bersifat insect repellent yaitu ar-turmeron (Su, 1982)

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah rimpang. Caranya cuci rimapng temulawk dari kotoran yang melekat sampai bersih, lalu kupas kulitnya dan iris tipis-tips dengan ketebalan 7-8 mm. Selanjutnya, keringkan di bawah sinar matahari langsung selama beberapa hari dengan cara diangin-anginkan pada tempat terlindung, tetapi tidak lembab atau keringkan dalam tanur pemanas pada temperatur 50-55oC selama 7 jam. Jika temperatur terlalu tinggi maka sebagian minyak asiri akan menguap.

Indikasi
Rimpang temulawak digunakan untuk pengobatan dan mengatasi :

  • Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice)
  • Radang ginjal
  • Radang kronis kandung empedu (kolestik kronik)
  • Meningkatkan aliran empedu ke saluran cerna
  • Perut kembung
  • Tidak nafsu makan (anoreksia) akibat kekurangan cairan empedu
  • Demam, pegal linu, rematik
  • Memulihkan kesehatan setelah melahirkan
  • Sembelit, diare
  • Kolesterol darah tingi (hiperkolesterolemia)
  • Haid tidak lancar
  • Flek hitam dimuka, jerawat
  • Wasir
  • Produksi ASI sedikit
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan 2 jari rimpang segar, lalu rebus. Cara lain, seduh rimpang yang telah dikeringkan dengan air panas. Untuk pemakaian luar, cuci rimpang sampai bersih, lalu parut. Hasil parutannya dapat digunakan sebagai masker untuk mengobati jerawat dan flek hitam dimuka.

Contoh pemakaian

* Pelancar ASI
Cuci 20g rimpang segar temulawak, lalu parut. Hasil parutannya peras dan saing, lalu ditim sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 2 sendok makam madu sambil diaduk rata, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore dengan takaran yang sama banyak.
* Menurunkan kadar kolesterol darah tinggi
Kupas kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari, lalu parut. Tambahkan 3/4 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.
* Hepatitis

1). Rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu diparut. Tambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok madu. Aduk campuran tadi sampai merata lalu dibirakan mengendap. Minum beninggannya, ampasnya dibuang. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.
2). Rebus 10g rimpang temulawak kering dan 30g akar alang-alang (Imperata cylindrica) dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari
* Wasir
Sediakan rimapang temulawak sebesar jari, kelembak (Rheum officinalle Baill.) sebesar 3/4 jari, 1 genggam pegagan (Centella asiatica L), 1 genggam daun saga (Abrus precatoris L) dan gula neau sebesar 3 jari. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, rebus bahan-bahan tersebut dalam 5 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan pengobatan ini setiap hari.
* Jerawat
Cuci rimpang temulawak sebesar 1 jari, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 4 gelas minum air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu kedalam air saringannya seperlunya, lalu diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2 kali, setiap kali cukup 1 gelas.
* Diare
Cuci rimpang temulawak sebesat 1/2 ibu jari, lalu panggang sampai hangus. Selanjutnya giling bahan tersebut sampai halus, lalu seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu sambil aduk sampai merata, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.
* Sembelit
Sediakan rimpang temulawak dan buah asam (Tamarindus indicaL.) masak (masing-masing sebesar 1 jari), gula enau secukupnya. Selanjutnya potong tipis-tipis, lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih. Aduk sampai gulanya larut dan minum setelah dingin.
* Nyeri haid
Sediakan 10 iris rimpang temulawak, asam kawak, sebesar telur burung puyuh dan gula enau sebesar 3 jari. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 2 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, minum ramuan tersebut. Lakukan setiap hari selama 1 minggu sebelum haid.
* Demam
Rebus 1 jari rimpang temulawak yang telah diiris tipis-tipis dan 5 batang meniran dengan akarnya dalam 5 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 3 kali minum, pagi, siang dan sore hari.
* Penambah nafsu makan
Sediakan 20g rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis, 10g asam jawa dan 30g gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut kedalam panci email, lalu rebus dalam 250 cc air sampai mendidih selama 15 menit. Selanjutnya, saring dan minum ramuan tersebut selagi hangat, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 bagian.
Efek farmakologis dan hasil pemakaian
  1. Ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia, tetapi tidak berpengaruh pada HDL Kolesterol. (Abdul Naser, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987)
  2. Kurkuminoid temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah eklinci dalam keadaan hiperlipidemia. Peningkatan kadar HDL Kolesterol hanya berpengaruh pada pemberian 20mg kurkuminoid (Pramadhia Budhijaya, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1988)
  3. Pemberian kurkuminoid temulawak pada kelinci berbobot 1,5-2,5 kg, dengan dosis 5, 10, 15, 20, 25 mg/ekor, peroral, setiap hari selama 42 hari. Pada smeua dosis, kurkuminoid dapat menurunkan kadar kolesterol total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci.(Robert Edward Aritonang, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1988)
  4. Infus rimpang temulawak 5, 10, dan 20% dapat meningkatkan daya regenerasi sel hatis ecara nyata dibanding kontrol pada tikus putih jantan yang dirusak sel hatinya dengan 1,25 ml karbon tetraklorida/kg bb, peroral (Setiawan Angtoni, Fakultas Farmasi, UBAYA, 1991)
  5. Ekstrak air temulawak 10% b/ dengan dosis 6,8 dan 10 ml/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang terinfeksi virus hepatitis B, tetapi tdiak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. (Sumiyati Yuningsih, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987)
  6. Kurkuminoid temulawak dengan dosis 10, 15, dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT, serta menaikkan kadar ChE darah kelinci keadaan hepatoksik. (Tavip Budiawan, Jurusan Farmasi, FMIPA, UNPAD, 1988)
  7. Minyak asiri temulawak jenuh dalam daftar “KREBS”, akan menghambat penyerapan glukosa dalam usus halus tikus dan bersifat reservibel. (Endah Primawati, Jurusan Farmasi, FMIPA, UNPAD, 1987)
  8. Kurkuminoid temulawak dapat meningkatkan penyerapan glukosa diusus halus tikus. Penyerapan ini juga bersifat reservibel. (Karta, Jurusan Farmasi, FMIPA, UNPAD, 1987)
  9. Campuran kurkuminoid dan minyak asiri menghambat penyerapan glukosa pada mencit. Ikatan keduanya juga bersifat reservibel. (Eli Halimah, Jurusan Farmasi, FMIPA, UNPAD, 1987)
  10. * Infus rimpang temulawak 20% dan 40% dapat menambah produksi air susu mencit secara nyata dibandingkan dengan kontrol. Terdapat perbedaan yang nyata antara pemberian infus 20% dan 40%. Infus diberikan pada mencit dan produksi susu diukur dengan cara meniali perbedaan berat anak mencit sebelum dan sesudah menyusui. (Clara Maria Limono, FF, UBAYA, 1990)
Catatan
  1. Saat ini sudah diproduksi ramuan temulawak berbentuk tablet, drag (tablet salut gula) atau berbentuk serbuk, contohnya curcuma tablet/drag dan sari temulawak. Cara pemakaian, sehari 3 kali 2 tablet/drag atau 1 bungkus sari temulawak untuk 1 kali pemakaian, sehari 2 bungkus
  2. Jika menggunakan perasan air temulawak mentah (tidak direbus atau diseduh dengan air panas), endapkan dahulu supaya tepungnya tidak ikut terminum karena tepung mentah dapat mengganggu fungsi ginjal
  3. Tepung temulawak dapat dimakan setelah diolah. Caranya parut rimpang, kemudian peras dan endapkan. Buang airnya ganti beberapa kali sampai bau dan warna kuning hilang, kemudian jemur. Akhirnya, tepung temulawak siap digunakan.
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty
komentar | | Read More...

Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)

Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)
Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.) Tanaman ini berasal dari Hindia Barat dan dapat tumbuh subur di pasir payau dekat pantai. Tumbuhan tumbuh liar di hutan jati, di tempat-tempat yang dekat dengan pantai atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.

Pohon, tinggi 5-25 m, batangnya bulat, banyak percabangan, kayunya bergetah dan berakar tunggang. Daun majemuk menyirip genap. Helaian anak daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 3-15 cm.

Daun muda berwarna merah, setelah tua menjadi hijau. Bunga majemuk tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga berbentuk silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunga lepas satu sama lain, berbentuk sendok, berwarna hijau.

Mahkota silindris, berwarna kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari berwarna putih dan kuning kecoklatan. Mahoni berbunga setelah umur 7 tahun. Buahnya buah kotak, berbentuk bulat telur, berlekuk lima, berwarna coklat. Bijinya pipih, berwarna hitam atau coklat.

Mahoni merupakan pohon penghasil kayu keras dan digunakan untuk keperluan perabot rumah tangga serta barang ukiran. Mahoni dapat diperbanyak dengan biji.

kandungan Kimia
Mahoni mengandung saponin dan flavonoida

Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah biji yang dikeringkan, lalu digiling halus sampai menjadi serbuk.

Indikasi
Biji digunakan untuk pengobatan:

  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Kencing manis (Diabetes Mellitus)
  • Tidak nafsu makan
  • Rematik
  • Demam, masuk angin dan
  • Eksim
CARA PEMAKAIAN:
1. Hipertensi:

a). 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah
dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore
hari.

b). 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir
air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.
2. Kencing manis:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan
2-3 kali sehari.
3. Kurang napsu makan:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat,
lakukan 2-3 kali sehari.
4. Demam, masuk angin:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni.diseduh dengan 1/4 cangkir air
panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.
komentar | | Read More...

Herbal Brotowali (Tinospora Crispa)

Brotowali (Tinospora Crispa)
Brotowali (Tinospora Crispa)Tumbuhan ini tumbu liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m.

Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu.

Diperbanyak dengan stek.

Nama Lokal :
Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa)
Andawali (Sunda)
Antawali (Bali)
Shen jin teng (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Nafsu makan, Kencing manis

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Batang.

KEGUNAAN :
  1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.
  2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
  3. Kencing manis.
PEMAKAIAN : 10 - 15 gr , rebus , minum.

PEMAKAIAN LUAR : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.
komentar | | Read More...

Herbal Tempuyung (Sonchus arvensis L)

Tempuyung (Sonchus arvensis L)
Tempuyung (Sonchus arvensis L)Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat.
Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat.

Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar.
Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda.
Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling.

Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda)
Tempuyung (Jawa)
Niu she tou (China)
laitron des champs (Perancis)
Sow thistle (Inggris)

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat, Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul, Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar, Pendengaran kurang (tuli), memar.

Bagian Yang Digunakan :
Daun atau seluruh tumbuhan.

Tempuyung dapat mengatasi:

  • batu saluran kencing dan batu empedu
  • radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis)
  • disentri
  • wasir
  • beser mani (spermatorea)
  • darah tinggi (hipertensi)
  • pendengaran berkurang (tuli)
  • rematik gout, memar, dan bisul, luka bakar.
CARA PEMAKAIAN :
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Tempuyung rasanya pahit dan dingin.

KANDUNGAN KIMIA :
Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol.

EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN :

1). Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
  1. daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal.
  2. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988).
2). Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
Sumber : www.iptek.net.id
komentar | | Read More...

Herbal Manggis (Garcinia mangostana. L)

Manggis (Garcinia mangostana. L)
Manggis (Garcinia mangostana. L)Manggis tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bisa mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah adalah salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, di Eropa sana nilai jual kulit manggis sangat tinggi. Di sana kulit manggis dijadikan jus yang harganya mencapai 20 US dolar atau berkisar 200 ribu rupiah per gelas.

Sedangkan di Negara kita, buah manggis dijadikan bahan tebak-tebakan bahkan bisa jadi permainan. Mungkin sudah lama ada yang meyakini bahwa buah manggis itu berkhasiat, namun soal manfaat kulit manggis baru belakangan ini diketahui. Warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat.

Kulit dari ratu segala buah Tropis (Queen of The Tropic Fruits) ini dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa xanthone dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Apalagi zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan itu semua sudah tak terelakkan lagi. Selain itu Xanthone bukan hanya sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker. Belakangan ini para ilmuwan juga sedang melakukan uji potensi kulit manggis sebagai obat HIV.

Berikut 34 Fakta khasiat kulit manggis :

  1. Anti-fatigue (energy booster/memberi tenaga)
  2. Powerful anti-inflammatory (prevents inflammation/anti peradangan)
  3. Analgesic (prevents pain/mencegah sakit urat saraf)
  4. Anti-ulcer (stomach, mouth and bowel ulcers)
  5. Anti-depressant (low to moderate/mencegah kemurungan)
  6. Anxyolytic (anti-anxiety effect/mencegah kegelisahan, panik & cemas)
  7. Anti-Alzheimerian (helps prevent dementia/mencegah penyegah Alzheimeria)
  8. Anti-tumor and cancer prevention (shown to be capable of killing cancer cells/Mencegah kanker)
  9. Immunomodulator (helps the immune system/system kekebalan)
  10. Anti-aging (Anti penuaan)
  11. Anti-oxidant ( Buang toxic/racun dalam badan)
  12. Anti-viral (membunuh kuman)
  13. Anti-biotic (modulates bacterial infections)
  14. Anti-fungal (prevents fungal infections/infeksi oleh jamur)
  15. Anti-seborrheaic (prevents skin disorders/ mencantikkan kulit)
  16. Anti-lipidemic (blood fat lowering/membuang kolesterol)
  17. Anti-atherosclerotic (prevents hardening of arteries)
  18. Cardioprotective (protects the heart/untuk jantung)
  19. Hypotensive (blood pressure lowering/merendahkan tekanan darah)
  20. Hypoglycemic (anti-diabetic effect, helps lower blood sugar/ mengurangi gula dalam darah)
  21. Anti-obesity (helps with weight loss/kuruskan badan)
  22. Anti-arthritic (prevention of arthritis/cegah sakit tulang)
  23. Anti-osteoporosis (helps prevent the loss of bone mass/tulang rapuh)
  24. Anti-periodontic (prevents gum disease/cegah gusi berdarah)
  25. Anti-allergenic (prevents allergic reaction)
  26. Anti-calculitic (prevents kidney stones/cegah batu karang)
  27. Anti-pyretic (fever lowering/rendahkan suhu badab)
  28. Anti-Parkinson (penyakit saraf parkinson)
  29. Anti-diarrheal (mencegah diare)
  30. Anti-neuralgic (reduces nerve pain/sakit urat saraf)
  31. Anti-vertigo (prevents dizziness)
  32. Anti-glaucomic (prevents glaucoma/sakit mata)
  33. Anti-cataract (prevents cataracts)
  34. Pansystemic (has a synergistic effect on the whole body/Mengimbangi seluruh badan)
Manggis (Garcinia mangostana. L)
komentar | | Read More...

Herbal Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron.)

Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron.)
Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron.)Cakar Ayam termasuk divisi Pteridophyta, tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh pada tebing, jurang, dan tempat-tempat teduh yang berhawa dingin. Batang tegak, tinggi 15 - 35 cm, keluar akar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 - 5 mm, lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai kepercabangannya, yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya. Nama Lokal : Rumput solo, cemara kipas gunung; Shi shang be (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kanker paru, Bronkhitis, Radang paru, Tonsilis, Batuk, Koreng; Hepatitis, Perut busung, infeksi saluran kencing, Tulang patah; Reumatik;

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman, pemakaian kering.

KEGUNAAN :
  1. Chorioepithelioma, choriocarcinoma, kanker nasopharynx, kankerparu.
  2. infeksi saluran nafas, bronchitis, radang paru (Pneumonia), tonsilitis.
  3. Batuk, serak, koreng.
  4. Hepatitis, cholecystitis, cirrhosis (Pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akut saluran kencing.
  5. Tulang patah (fraktur), rheumatik.

PEMAKAIAN :
15 - 30 gr , untuk pengobatan kanker; 50 - 100 gr, rebus selama 3 - 4 jam.

PEMAKAIAN LUAR :
Tanaman segar dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
1. Kanker :

60 gr S. doederleinii kering direbus selama 3 - 4 jam dengan api
kecil, minum setelah dingin.
2. Batuk, radang paru, radang amandel (Tonsilitis):
30 gr S.doederleinii direbus, minum.
3. Jari tangan bengkak:
Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
4. Tulang patah:
15 - 30 gr S.doederleinii segar direbus, minum.
Pemakaian Luar, dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang patah,
bila patahnya tertutup dan posisi tulangnya baik.
Sumber : iptek.net.id
komentar | | Read More...

Herbal Daun Banaba / Bungur (Lagerstroemia speciosa)

Banaba / Bungur (Lagerstroemia speciosa)
Daun Banaba / Bungur (Lagerstroemia speciosa)Daun Bungur adalah jenis pohon Crepe Myrtle yang menghasilkan bunga berwarna merah muda atau putih. Tanaman tumbuh di daerah Filipina, Thailand, Indonesia dan Jepang. Kayu kadang-kadang digunakan untuk mebel. Ekstrak dari daun juga digunakan sebagai pengobatan untuk diabetes, hipoglikemia dan tekanan darah tinggi.

Banaba ekstrak daun digunakan sebagai obat herbal untuk diabetes di beberapa bagian dunia. Hal ini terutama populer di Filipina. Banaba ekstrak kaya asam corosolic yang merupakan insulin tanaman yang telah terbukti memiliki efek terapi anti-diabetes. Pengujian pada hewan juga menunjukkan bahwa ekstrak Banaba dapat meningkatkan insulin, mengurangi glukosa darah, dan meningkatkan hipoglikemia. Hal ini dapat diperoleh dalam bentuk jus, teh atau tablet.

Fungsi asam corosolic merupakan senyawa insulin - Yang memiliki kemampuan untuk mengatur tingkat insulin dan glukosa, penurunan tingkat gula darah, penurunan nafsu makan dan cravings karbohidrat. Daun Banaba juga kaya antioksidan yang memiliki efek pembersihan pada tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kandungan Daun:

  • plantisul- Zat seperti insulin Semacam insulin nabati
  • saponin (daun dan kulit batang), Metabolit sekunder yang banyak terdapat di alam.
  • flavonoida, Suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, dan biru. Dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan.
  • polifenol, Kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Kegunaan utamanya adalah sebagai antioksidan alami.
Khasiat:
  1. Daun berkhasiat mengatasi bisul
  2. Mengatasi kencing manis
  3. Antidiare
  4. Diuretik
  5. Antidiabetik
komentar | | Read More...

Herbal Meniran ( Phyllanthusurinaria Linn )

Meniran (Phyllanthusurinaria Linn).
Meniran ( Phyllanthusurinaria Linn )Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Memeniran atau meniran merah. untuk yang batangnya berwarna hijau kemerahan, atau Phyllanthus niruri untuk yang batangnya berwarna pucat. Termasuk dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : lignan (Filantin, hipofilantin, nirantin, lintetratin), flavonoid (quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutin, kaempferol-4, rhamnopynoside), alkaloid, triterpenoid, asam lemak (asam ricinoleat, asam linoleat, asam linolenat), vitamin C, kalium, damar, tanin, geraniin, phyllanthin dan hypophyllanthin.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat: astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, anti hepatotoksik, anti bakteri terhadap Escherichiacoli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldosereductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak asam dan sejuk.


BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Seluruh tanaman yang kering dengan dianginkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

1. Nephritic edema.
(Radang ginjal dengan protein dalam air seni.) Setengah genggam daun meniran ditambah tiga gelas air; rebus sampai tiga perempatnya, ditambah madu. Sehari 3 kali tiga-perempat gelas minum. (Saran 3x 2 kapsul perhari, minum banyak air)

2. Susah kencing. disertai sakit perut/pinggang.
Tanaman segar 7 , rebus 2 gelas sampai 1 gelas. Sehari kali sepertiga gelas. (Saran 2x 1 kapsul per hari, minum banyakair)

3. Nyeri buang air kecil.
Lima batang meniran berikut akarnya, direbus dalam 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, minum. (Saran 2x1 kapsul per hari, minum banyak air)

4. Batu ginjal.
Satu sendok bubur daun kumis kucing ditambah tujuh batang meniran (+ akar) direbus dalam dua gelas air menjadi satu gelas. Sehari 3 kali sepertiga gelas. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)

5. Disentri.
Herba segar 30 - 60 gram direbus. (Saran 3x 2 kapsul per hari)

6. Hepatitis.
Herba segar 30 - 60 gramdirebus. Minum sehari sekali. (Saran 3x 2 kapsul per hari, minum banyak air)

7. Rabun senja.

Herba segar 15 - 20 gram tambah hati ayam, tim.

8. Bisul di kelopak mata.
Air rebusan meniran untuk cuci mata.

9. Rheumatik.

Minum rebusan air meniran. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)

10. Digit anjing gila.
Herba 4-6gr, direbus, minum. Tempeli luka dengan tanaman digiling dicam­pur nasi.

11. Sakit ayan.
Daun meniran 3/4 genggam, direbus dengan air bersih 5 gelas, sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Minum 3 kali 3/4 gelas per hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
komentar | | Read More...

Herbal Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.)

Kumis kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.)
Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.)Tanaman termasuk familia Labiatea.
Nama lain : Remujung

Tanaman ini mengandung :
ortosifonin, garam kalium, saponin, tanin

Kegunaan :
Nyeri buang air seni
Cara I: Seduh dan minum sejumput daun kumis kucing yang dikeringkan seperti teh, boleh juga kalau diberi gula aren. Cara II: 1 sendok daun kumis kucing yang dilumatkan, 7 batang meniran, rebus dengan dua gelas air sampai air tinggal setengah. Minum air rebusan itu sebanyak 3x sehari.

Batu ginjal:
Cara I: 25 g daun kumis kucing, 25 g daun ngokilo, 25 g daun meniran dengan akarnya, 25 g daun keji beling, dicuci. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan itu dalam sehari. Cara II: 3 genggam daun kumis kucing, 5 helai daun keji beling dicuci, rebus dengan 2 gelas air. Minum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari. Hindari makan daging kambing, durian serta makanan pedas.

Rematik:
Sesendok kecil daun kumis kucing yang dilumatkan, 1 sendok makan daun meniran yang sudah dilumatkan juga, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal 3/4. Saring. Lalu diminum.

Sakit pinggang:
7 helai daun dan 2 potong akar kumis kucing dicuci. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu malam, baru diminum.

Radang ginjal:
40 helai bunga dan daun kumis kucing, 3 belimbing wuluh tua dicuci, dihaluskan. Seduh dengan 2 gelas air. Minum 3x sehari. Lakukan selama 1 minggu.

Masuk angin:
1 sendok daun kumis kucing dan direbus dengan segelas air sampai air tinggal setengah. Diminum sekaligus.

Demam:
100 g akar kumis kucing dicuci, rebus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring, dan ambil airnya. Minum air rebusan ini 1 gelas sehari. (mrd)

Sumber : warintek.ristek.go.id
komentar | | Read More...

Herbal Kunyit Putih (Curcuma Mangga)

Kunyit Putih (curcuma mangga)
Kunyit Putih (Curcuma Mangga)Sebagai anggota keluarga besar Curcuma, kunyit putih mengandung zat kurkumin. Dalam buku Encyclopedia of Medical Plants dinyatakan, kurkumin mempunyai khasiat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Bahkan khasiat anti-oksidannya lebih kuat dari vitamin E, sedangkan khasiat anti-inflamasinya lebih kuat daripada hidrokortison kimia/sintetis.

Menurut laporan American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York Times akhir Juli 1999, kanker dapat dicegah dengan kunyit. Zat anti-oksidan pada kunyit berfungsi mencegah kerusakan asam deoksiribonukleat (senyawa yang menyusun gen), karena kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.

Sedangkan kurkumin bersama feruloyl dan 4-hydroxy-cinnamoyl adalah senyawa anti-inflamasi yang terdapat pada rimpang kunyit.

Kesimpulannya, kedua kandungan kurkumin tersebut sangat berperan dalam memerangi kanker, yaitu mencegah kerusakan gen sekaligus mencegah peradangan (inflamasi), karena pada penyakit kanker selalu terjadi inflamasi.

Penetrasi ke dalam sel kanker
Hasil penelitian Dr. Retno S Sudibyo yang dimuat dalam Tempo 30 Mei 1999 menyebutkan bahwa Curcuma mangga mengandung “protein toksis”. Sejenis Ribosome in Activating Protein (RIP). Inilah protein yang mampu menonaktifkan Ribosom, sehingga sintesa protein di dalam sel terganggu. Protein tersebut lebih mudah melakukan penetrasi ke dalam sel kanker daripada sel sehat. Akibatnya sel kanker tidak dapat berkembang biak. Karena sel kanker memiliki batas umur, maka lama kelamaan akan habis dengan sendirinya.

Dari uraian tersebut terlihat tiga manfaat Curcuma mangga dalam memerangi kanker, yaitu :

  • Ribosome in Activating Protein (RIP) memblokade pengembangbiakan sel kanker, sehingga lama-lama akan habis.
  • Antioksidan pada kurkumin mencegah kerusakan gen dimana kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.
  • Zat anti inflamasi pada kurkumin bermanfaat menghilangkan peradangan padahal kanker selalu disertai peradangan.
  • Karena Kunyit Putih (Curcuma Mangga) termasuk bahan alami, maka pemakaian dalam jangka panjang sekalipun, tetap aman bagi manusia.
Pencegahan tetap lebih baik
Tidak semua penyakit kanker mudah dideteksi sejak dini. Malah ada beberapa kasus yang baru diketahui setelah menginjak stadium lanjut. Dr. Sjahrul Sjamsudin, Sp. OG dari FKUI / RSCM pernah menguraikan kanker ovarium merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer), dengan angka survival hanya 30%. Dari data RSCM diketahui bahwa terdapat 10 kasus kanker ovarium setiap bulan. Dikatakan juga, sekitar 70% dari kasus kanker itu (Kompas, 2 Agustus 2000) diketahui ketika telah menyebar.

Seorang ahli lain, dr. Samsuridjal menerangkan bahwa dikalangan pria, umumnya pada usia 45 tahun, terjadi pembesaran prostat secara perlahan-lahan.

Dalam literatur tentang gangguan pembesaran prostat disebutkan adanya dua kemungkinan, yaitu pembesaran sel (hipertropi) dan peningkatan jumlah sel (hiperplasia). Salah satu dari keduanya dapat berkembang menjadi kanker prostat (Kompas 26 Desember 1999 dan Senior 07/19 Agustus 1999).

Kita semua mengetahui bahwa obat kanker adalah untuk mengobati penderita kanker. Bukan untuk orang sehat. Kunyit Putih (Curcuma Mangga) bukanlah obat, tetapi bahan alami yang berkhasiat untuk menghambat laju pengembangbiakan sel kanker, sekaligus bermanfaat untuk mencegah kerusakan gen – salah satu penyebab timbulnya kanker.

Sifat dari kandungan
Kunyit Putih (Curcuma Mangga), yaitu Ribosome in Activating Protein (RIP) adalah menghambat laju pengembangbiakan sel kanker, sehingga efek terapinya bersifat tidak langsung yaitu menunggu matinya sel kanker itu sendiri.

Kesimpulannya, efek terapi dengan bahan alamiah ini memerlukan waktu yang relatif panjang. Hasil kemajuan penderita juga relatif pelan, yang berarti memerlukan kesabaran. Namun kenyataan yang mendukung yaitu bahwa
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) adalah bahan alami, sehingga aman bagi penderita

Khasiat Kunyit Putih (Curcuma Mangga)

  • Antipiretik (penurun panas), antitoksik (menangkal racun), laksatif (pencahar) dan Antioksidan. Mengatasi penyakit kanker.
  • Mengecilkan rahim sesudah persalinan.
  • Menyempitkan organ kewanitaan.
  • Mengurangi lemak perut, menambah nafsu makan.
  • Menguatkan syahwat, mengatasi gatal-gatal pada vagina, gatal-gatal (pruiritis).
  • Sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis).
  • Sakit perut, demam, kembung dan masuk angin.
Khasiat Menyehatkan Dari Kunyit Putih
Walaupun ukurannya kecil, jangan remehkan manfaat dari
Kunyit Putih (Curcuma Mangga)). Karena dia adalah salah satu tanaman berkhasiat yang sudah digunakan selama ratusan tahun sebagai obat tradisonal.

Khasiat dari sebuah
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) memang sudah tak terindahkan lagi. Kunyit putih sudah sangat terkenal sebagai tanaman obat sejak dulu sekali. Kunyit putih adalah salah satu dari kelompok rimpang jamu yang sudah dipergunakan oleh nenek moyang kita.

Anti Kanker
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) juga diyakini memiliki khasiat antikanker. Walau begitu hanya kunyit putih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Menurut Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, Ketut Ritiasa, penelitian tentang kunyit putih telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988.

Pada
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) diketahui mengandungi minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan curcumol. Khasiat Tanaman ini bersifat antioksidan dan dapat menahan zat radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker serta dapat meningkatkan sel darah merah.

Khasiat Yang Lain
Di dalam pengobatan China,
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) juga disebutkan memiliki sifat: menghentikan pendarahan, antiinflamasi, dan menambah nafsu makan.

Hasil penelitian menunjukkan tanaman ini bersifat antineoplastik (merusak pembentukan ribosom pada sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker). Bagian yang digunakan adalah rimpang dan daun.

Kandungan pada rimpang dan daun
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) antara lain mengandung saponin, dan polifenol. Daun mengandung polifenol. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman ini menurut hasil penelitian dan pengalaman adalah mengecilkan rahim, menambah nafsu makan, menghambat pertumbuhan sel kanker, mengobati sakit maag, dan nyeri lambung.

Pada bagian Rimpang memiliki khasiat luar biasa dalam kesehatan seperti untuk mengatasi: gangguan pencernaan, sakit perut, perut mulas, dan bengkak kerana memar. Manfaat yang lain adalah untuk pemakaian luar, gunakan parutan rimpang kunyit putih untuk mengurap bagian tubuh yang memar, terseliuh, dan bisul yang sulit pecah. Bahkan pada, rimpang induk yang telah dikeringkan boleh digunakan sebagai bedak.
Kunyit Putih (Curcuma Mangga) juga dapat membantu mengeluarkan angin dari perut, caranya Seduh serbuk kunci pepet sebanyak satu senduk teh dengan secawan air panas, lalu tutup. Setelah dingin, minum beningannya. Dan rasakan langsung manfaat nya.

Tapi sekali lagi hati2, walaupun memiliki manfaat untuk orang normal, namun sebaiknya sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan kerana dapat mengakibatkan keguguran.

Takaran untuk mengkonsumsi Curcuma mangga
1. Untuk penyembuhan : 4 – 5 kali sehari, satu sendok teh ( diseduh dengan setengah gelas air)
2. Untuk pencegahan : 1 – 2 kali sehari, satu sendok teh
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger