News Update :
Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan

Binahong (Anredera cordifolia Steenis )

Penulis : teguh on Kamis, 15 Maret 2012 | 06.35

Kamis, 15 Maret 2012

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis ) adalah tanaman obat daari famili Basellaceae yang berasal dari daratan Tiongkok yang dikenal dengan nama asli Dheng San Chi. Tumbuhan ini telah dikenal memiliki kasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan dll. Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat digunakan dalam terapi herbal. Tanaman ini memang tumbuh baik dalam lingkungan yang dingin dan lembab.

KHASIAT BINAHONG
1. Menyembuhkan luka dalam dan luar: luka operasi, typhus, radang usus, luka tersayat, memar, luka bakar, maag, wasir, caesar.
2. Pembengkakan Jantung, Pembengkakan Lever
3. Memulihkan Kondisi Tubuh (Lemah setelah sembuh dari sakit)/ memulihkan stamina
4. Rhematik, Nyeri Otot, Asam Urat
5. Mencegah Strooke
6. Sesak Napas
7. Disentri
8. Kencing Manis (Diabetes)
9. Keputihan
10. Kelemahan Laki-laki
11. Menyuburkan Kandungan
12. Kerusakan Ginjal

CONTOH PENGGUNAAN (RESEP SEDERHANA)

A. UMBI (RHIZOMA)

1) Umbi direbus bersama Daun Sirih Temu Rose dengan jumlah selalu ganjil (7,9,11) untuk penyembuhan :
~ Pembengkakan Jantung
~ Pembengkakan Lever
~ Kencing Manis
~ Kerusakn Ginjal
~ Radang Usus Besar

2) Umbi dicuci kemudian direbus, disaring dan langsung diminum (tiga gelas/hari) untuk penyembuhan :
~ Baru Operasi, maag, Thypus Desentri, Kesegaran Jasmani (ditambah telor dan Madu),
~ Mencegah Strooke, Asam urat, sakit Pinggang (ditambah telor dan madu).

TANAMAN OBAT KELUARGA : BERUPA KHASIAT DAUN AJAIB (BINAHONG)

Beberapa lembar daun ini dikunyah hingga halus atau dimasak dengan segelas air dan diminum beserta ampasnya atau lebih mudah (diblender) daun ajaib ini mempunyai khasiat sebagai berikut :

KATEGORI PENYAKIT BERAT
• Batuk / Muntah darah : 10 lembar daun ini diminum setiap hari
• Paru-paru berlubang : 10 lembar setiap hari
• Kencing manis : 11 lembar / hari
• Sesak napas / bengek : 7 lembar setiap hari
• Borok akut yang menahun : 12 lembar setiap hari
• Patah tulang : 10-20 lembar setiap hari
• Darah rendah : 8 lembar setiap hari
• Radang ginjal : 7 lembar setiap hari
• Segala macam gatal-gatal/ eksim kulit : 9 lembar setiap hari
• Gegar otak ringan atau berat : 10 – 15 lembar setiap hari
• Gejala liver : 10 lembar setiap hari

Untuk katagori penyakit berat tersebut dibutuhkan waktu penyembuhan 1 hingga 6 bulan diusahakan agar bersabar minum obat ini setiap hari.

KATEGORI PENYAKIT RINGAN
• Disentri atau buang air besar : 10 lembar daun ini diminum setiap hari
• Ambeien hingga berdarah : 16 lembar setiap hari
• Hidung mimisan (berdarah) : 4 lembar setiap hari
• Habis bedah operasi : 20 lembar setiap hari
• Luka baker 10 lembar setiap hari
• Luka akibat kecelakaan/benda tajam : 10 lembar setiap hari
• Jerawat : 8 lembar setiap hari
• Usus bengkak : 3 lembar setiaphari
• Gusi berdarah : 4 lembar setiap hari
• Kurang nafsu makan : 5 lembar setiap hari
• Habis bersalin / melahirkan : 7 lembar setiap hari diminum samapai 10 hari
• Melancarkan haid : 3 lembar setiap hari diminum selama masa haid
• Menjaga stamina tubuh agar tetap sehat : 1 lembar setiap hari selamanya
• Penghangat badan : 5 lembar setiap hari
• Lemah syahwat : 3 lembar setiap hari atau 10 lembar setiap hari dicampur dengan madu

Untuk kategori penyakit ringan tersebut dibutuhkan pengobatan hanya beberapa hari atau minggu. Untuk anak-anak cukup berikan separuh takaran orang dewasa.

B. DAUN
~ Daun dipipis dengan laos untuk penyembuhan Rhematik
~ Daun bersama kunci pepet kemudian direbus untuk cebok untuk mengatasi penyakit keputihan.

C. BATANG
Untuk mengatasi kelemahan laki-laki
~ Diambil getahnya dioleskan pada penis
~ Direbus bersama kencur (tiga gelas menjadi satu gelas) diminum tiap malam selama satu minggu.

D. BUNGA
Bunga direbus dengan air (satu gelas menjadi seperempat gelas) diminum bermanfaat untuk menyuburkan kandungan.

E. DAUN DAN BATANG ( UNTUK PEMAKAIAN LUAR / BOROK)
Daun dan Batang ditumbuk halus, kemudian dioleskan (bobok) bagian yang sakit untuk menyembuhkan :
~ Memar terpukul
~ Luka bacok
~ Terkena api/Besi panas
~ Rheumatik
~ Pegal linu
~ Nyeri otot
~ Menghaluskan kulit

F. KATEGORI PENYAKIT BERAT KANKER/TUMOR/GINJAL/DLL
~ Daun Binahong : 7 lembar
~ Umbi Binahong : 9 buah
~ Kapologo : 7 buah
~ Kulit daun salam 3 iris
~ Mahkota Dewa 9 iris direbus
Direbus dengan 3 gelas air.

Semoga bermanfaat dan salam sehat!

Sumber :
http://shella.blog.uns.ac.id/2009/04/12/binahong-anredera-cordifolia-ten-steenis/
http://benyaliwibowo.wordpress.com/2008/08/04/binahong-sebagai-obat-kencing-manis-sesak-nafas-darah-rendah-radang-ginjal-muntah-muntah-gegar-otak-ringan/
komentar | | Read More...

Binahong Dan Khasiatnya

Penulis : teguh on Jumat, 09 Maret 2012 | 23.29

Jumat, 09 Maret 2012

Sekitar 4 hari yang lalu ketika ada acara keluarga obrolanpun melebar kemana-mana hingga sampai pada masalah Kesehatan Dan Penyakit. “Ada gejala darah tinggi nih” kata kakakku. “Kalau paman sih sudah lama Asam Urat” kata paman. Adik saya nimbrung “Coba aja cari Pohon Ajaib Binahong“. Semua tertawa mendengar kata itu. Sebab kedengarannya aneh, seperti main-main, apalagi si bungsu ini terkenal nakal, tukang guyon dan si tukang usil. Ternyata memang benar, ketika dia mengatakan coba aja cari di internet. Akhirnya tanya sama om google dengan keyword Binahong Dan Khasiatnya. Wah banyak juga.. dasar kurang gaul, kok baru tahu sekarang ya.

Ketika dibaca, tertarik juga untuk nanam pohon ini kali2 aja nanti perlu untuk keperluan sendiri atau kerabat/ tetangga lain yang butuh, sambil barang kali di antara sobat2 ada yang tahu / ada yang punya dan ingin coba berbagi pohon tersebut atau bila sobat ingin tahu dan gak sempat mampir ke sumber aslinya, sengaja saya copas dari Blognya sobat Beny Ali Wibowo sbb. :

TANAMAN ini tumbuh merambat. Sering digunakan sebagai gendola atau gapura yang melingkar di atas jalan taman. Ada yang menamainya binahong dan berasal dari Korea. Namun tanaman ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia dan biasa disebut gendola (Basella rubra Linn).

Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat digunakan dalam terapi herbal. Kini bibitnya mudah dibeli di objek wisata Kopeng. Tanaman ini memang tumbuh baik dalam lingkungan yang dingin dan lembab.

Manfaat tanaman ini sudah dipetik Soejiyo, mantan karyawan Kanindotex yang biasa nglaju Solo-Semarang setiap kali bekerja. Katanya, binahong adalah herba yang dapat memulihkan stamina yang loyo.

Selain meningkatkan vitalitas pria, binahong dapat menyembuhkan luka dalam dan luar seperti setelah operasi, typus, maag, radang usus dan ambeien. Dapat pula mengatasi pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah setelah sakit, rematik, luka memar terpukul, asam urat dan mencegah stroke.

Untuk pemakaian dalam, Soejiyo meraciknya sebagai berikut: ambil rhizoma (umbi) secukupnya, dicuci bersih, kemudian direbus, setelah dingin disaring dan hasilnya diminum 2-3 kali sehari, Cara ini untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, kesegaran jasmani (tambah telur dan madu), mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang.

Namun dapat pula umbinya dikeringkan, lalu ditumbuk halus, kemudian dimasukkan dalam kapsul 0,5 mh dan diminum 3 kali sehari.

Untuk pemakaian luar, daun dan batang ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang sakit. Bahan ini untuk menyembuhkan memar karena terpukul, kena api (panas), rheumatik, pegal linu, nyeri urat, menghaluskan kulit.

Umbi dicampur bahan lain dengan cara direbus bersama daun sirih, temulawak dengan perbandingan ganjil: 7, 9, 13 untuk penyembuhan pembengkakan jantung, pembengkakan lever, kencing manis, kerusakan ginjal dan radang usus besar.

Batangnya untuk mengatasi kelemahan laki-laki, yaitu dengan cara diambil getahnya dioleskan pada penis, diamkan beberapa saat kemudian lakukan sanggama dengan istri. Kalau digodog dengan kencur (3 gelas menjadi 1 gelas) diminum tiap malam selama satu minggu, hasilnya juga oke punya.

Khasiat Daun Ajaib Binahong

Daun Binahong adalah jenis tanaman yang amat berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Beberapa lembar daun ini dikunyah hingga halus atau dimasak dengan segelas air dan diminum beserta ampasnya atau lebih mudah di jus atau diblender. Adapun khasiat dari daun tersebut sebagai berikut :

A. Kategori Penyakit berat :
* Batuk/muntah darah : 10 lembar daun diminum setiap hari
* Paru-paru/bolong : 10 lembar daun diminum setiap hari
* Kencing manis : 11 lembar daun diminum setiap hari
* Sesak nafas : 7 lembar daun diminum setiap hari
* Borok akut(menahun) : 12 lembar daun diminum setiap hari
* Patah tulang : 10-20 lb daun diminum setiap hari
* Darah rendah : 8 lembar daun diminum setiap hari
* Radang ginjal : 7 lembar daun diminum setiap hari
* Gatal-gatal /eksim kulit : 10-15 lb daun diminum setiap hari
* Gegar otak ringan/berat : 10 lembar daun diminum setiap hari.

B. Kategori Penyakit Ringan
* Disentri/buang air besar : 10 lembar daun diminum setiap hari
* Ambeyen berdarah : 16 lembar daun diminum setiap hari
* Hidung mimisan : 4 lembar daun diminum setiap hari
* Habis bedah/operasi : 20 lembar daun diminum setiap hari
* Luka bakar : 10 lembar daun diminum setiap hari
* Kecelakaan/benda tajam : 10 lembar daun diminum setiap hari
* Jerawat : 8 lembar daun diminum setiap hari
* Usus bengkak : 3 lembar daun diminum setiap hari
* Gusi berdarah : 4 lembar daun diminum setiap hari
* Kurang nafsu makan : 5 lembar daun diminum setiap hari
* Kelancaran haid : 3 lembar daun diminum setiap hari
* Habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum setiap hari
* Menjaga stamina tubuh : 1 lembar daun diminum setiap hari
* Penghangat badan : 5 lembar daun diminum setiap hari
* Lemah syahwat : 3-10 lb daun diminum setiap hari.

KAKATUNCARAN (Bhs Sunda)

Tanaman ini tumbuh liar dipekarangan, berguna untuk menyembuhkan penyakit kanker, caranya : keringkan kemudian direbus dan airnya setiap hari diminum.

Tulisan ini mudah-mudahan dapat berguna bagi rekan-rekan semua, setiap saat bicara masalah hukum terbersit dibenak saya bahwa akar permasalahan adalah kesehatan, sebab didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat…(meniru semboyan apa ya?).

Manfaat Daun Binahong dan bukti dilapangan

Ternyata binahong sangat berkhasiat obat dan banyak manfaat yang diambil dari herbal ini diantaranya :

Bengkak dan berdarah karena jatuh atau tergores

Tumbuk atau kunyah Daun Binahong 2 daun atau lebih tergantung bengkak atau luka , Oleskan pada yang bengkak atau luka secara merata. Lakukan berulang apabila luka masih basah atau kondisi luka yang parah

Kami sudah melakukan pada si kecil anak saya ketika Jatuh dari sepeda motor ke lantai dan kepala belakang bengkak,Dalam kondisi darurat segera kunyah saja daun binahong sampai halus dan oleskan ke kepala bagian belakang yang bengkak. Alhmdulillah dengan ijin Allah keesokan hari bengkak kempas seperti sedia kala atau normal.Dan pada masnya (kakaknya) sering berlari dan kadang jatuh terluka pada lutut atau Tangan Alhamdulillah cukup sekali dioleskan keesokan hari langsung kering

Dan masih banyak yang lain yang membuktikannya. Sehingga Tanaman daun binahong depan rumah hampir Habis dipetik anak anak tetangga kalau jatuh selalu teriakan didepan rumah untuk minta daun binahong dan dioleskan sendiri.

Alhamdulillah kami berhasil secara tidak langsung terjadi proses belajar untuk mencintai tanaman obat dan merasakan khasiatnya, pada anak-anak sendiri dan sekitar Tetangga di rumah

Jerawat :
1. Ambil beberapa Daun binahong 5 daun atau lebih.
2. Oleskan pada muka secara merata Terutama pada Jerawat.
3. Lalukan sebaiknya sebelum tidur
4. Lakukan beberapa kali sampai kulit wajah Halus

Untuk Hasil Maksimal minum 5-6 Daun binahong di Juz dicampur air satu gelas, Bisa dicampur dengan madu supaya rasa enak. Ini sudah dibuktikan kebetulan anak tetangga ada yang jerawatan parah. Sudah pakai obat jerawatan ratusan ribu tapi belum beres itu jerawat. Alhamdulillah setelah dioleskan beberapa hari jerawat mulai berkurang.

Nah sobat2 semua demikianlah tentang Khasiat Binahong semoga ada manfaatnya.

Sumber : http://saungweb.blogspot.com/2009/11/binahong-dan-khasiatnya.html
komentar | | Read More...

Manfaat Tanaman Jahe untuk Kesehatan

Penulis : teguh on Kamis, 05 Januari 2012 | 03.54

Kamis, 05 Januari 2012

Tanaman jahe sudah sangat di kenal di Indonesia. Tak sulit untuk menemukan jahe karena tanaman ini sekarang banyak digunakan di antaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma berbagai makanan dan minuman serta bahan obat-obatan tradisional. Khusus sebagai obat, khasiat jahe sudah dikenal turun-temurun di antaranya sebagai pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. Jahe juga kerap digunakan sebagai obat untuk meredakan gangguan saluran pencernaan, rematik, obat antimual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memar.

Sejak ratusan tahun lalu, jahe telah dikenal sebagai tanaman yang sangat kaya akan manfaat, baik sebagai rempah atau bumbu maupun sebagai ramuan obat. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe ini aslinya berasal dari Asia Pasifik, menyebar dari India sampai Cina.

Tak sulit untuk menemukan jahe karena tanaman ini sekarang banyak digunakan di antaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma berbagai makanan dan minuman serta bahan obat-obatan tradisional.

Khusus sebagai obat, khasiat jahe sudah dikenal turun-temurun di antaranya sebagai pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. Jahe juga kerap digunakan sebagai obat untuk meredakan gangguan saluran pencernaan, rematik, obat antimual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memar.

Sejauh ini, hasil uji farmakologi menunjukkan bahwa jahe memiliki beberapa aktivitas sebagai antiradang. Uji laboratorium memperlihat bahwa ekstrak jahe dalam air panas menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase sehingga menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena (mediator inflamasi).

Riset di Cina melaporkan bahwa pada ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5 – 10% ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit, menurunkan pembengkakan tulang sendi. Pemberian secara per oral serbuk jahe pada penderita rematik dan musculoskeletal dilaporkan menurunkan rasa sakit dan pembengkakan.

Jahe juga berkhasiat sebagai antimuntah dan dapat digunakan para ibu hamil mengurangi morning sickness. Penelitian menunjukkan bahwa jahe sangat efektif menurunkan metoklopamid senyawa penginduksi mual dan muntah. Menurut German Federal Health Agency, jahe efektif untuk mengobati gangguan pencernaan dan pencegahan gejala motion sickness.

Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting dalam membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Pertama, lipase yang berfungsi memecah lemak dan kedua adalah protease yang berfungsi memecah protein.

Jahe juga sekurangnya mengandung 19 komponen bio-aktif yang berguna bagi tubuh. Senyawa kimia pada jahe adalah di antaranya minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, zingiberal, felandren. Di samping itu, terdapat juga sagaol, gingerol, pati, damar, asam-asam organik seperti asam malat dan asam oksalat, Vitamin A, B, dan C, senyawa- senyawa flavonoid dan polifenol.

Salah satu komponen yang paling utama yakni gingerol bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi dengan begitu jahe mampu mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.

Sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/02/22/14250312/jahe.si.antimual.penghilang.morning.sickness.
komentar | | Read More...

Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Penulis : teguh on Minggu, 01 Januari 2012 | 18.57

Minggu, 01 Januari 2012

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) termasuk dalam famili Liliaceae yang kemudian dikenal denan nama “Medicine Plant” atau “First aid plant”, karena tanaman ini mampu meredam rasa sakit pada kulit yang terkena api dan juga dikenal sebagai “burn plant”. Lidah buaya termasuk tanaman sukulen (berdaging dan bergetah) seperti juga lidah mertua (Sansiviera trifasciata), merupakan kerabat dekat lidah buaya. Perbedaannya terletak pada daging daunnya, dimana daun lidah buaya berdaging lebih tebal daripada daun lidah mertua.

Botani

Batang lidah buaya dikelilingi oleh daun-daun yang lebih tebal berbentuk rosel dengan mempunyai ujung yang lebih runcing yang mengarak ke atas, karena batangnya gemuk dengan daun berduri, kumpulan daun ini terlihat dari jauh berbentuk tunggal seperti tanaman. Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening atau lekat, sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan karena mempunyai stomata lebih tebal sehingga bisa tertutup rapat sekali yang dapat mencegah penguapan air dan daging buah di dalamnya benar-benar terhindar dari kekeringan.

Kandungan Kimia

Teknologi analisis kimia yang lebih maju ditemukan pula polisakarida, glukomanan, asam krisofan dan enzim protease (pemecah protein) dalam getah pulp tersebut. Selain mempunyai kandungan tersebut, masih ditemukan sejumlah asam amino, vitamin dan mineral. Asam amino dapat membantu dalam menyusun protein pengganti sel-sel kulit yang rusak akibat luka, sedang vitamin dan mineral menjadi pendorong dalam rangkaian proses kimia yang diperlukan dalam penyembuhan luka.

Kegunaan

a. Mengobati kencing manis
Gunakan 1 batang lidah buaya kemudian dicuci bersih dengan air, durinya dibuang, lalu dipotong-potong seperlunya dan direbus dengan 3 gelas air, sehingga menghasilkan 1/2 gelas air. Hasil dari rebusannya dapat diminum sehari 3 kali 1/2 gelas sehabis makan.

b. Mengobati batuk rejan
Gunakan daun lidah buaya sekitar 15-18cm, kemudian direbus dan tambahkan gula secukupnya. Hasil dari rebusannya diminum.

c. Mengobati sifilis
Gunakan bunga lidah buaya dan tambahkan dagingnya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil dari rebusan diminum.

d. Mengobati luka terpukul, munta darah
Gunakan sebanyak 10-15 gram bunga kering lidah buaya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan diminum atau bunganya ditimkan dengan arak putih untuk pemakaian luar.

e. Mengobati kencing darah
Gunakan 15 gram daun lidah buaya, peras dan tambahkan sebanyak 30 gram glua, tambahkan air keras secukupnya. Hasil dari perasan diminum.

f. Mengobati wasir
Gunakan 1/2 batang lidah buaya yang sudah dihilangkan duri-durinya, dicuci bersih dengan air lalu diparut dan ditambahkan dengan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu lebah, diaduk merata dan disaring. Hasil saringan diminum 3 kali sehari.

g. Mengobati sembelit
Gunakan 1/2 batang daun lidah buaya, cuci bersih dengan air dan buang kulit dan durinya. Isinya diambil dan dicincang, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu lebah. Hasil campuran ini dimakan 2 kali sehari.

h. Memberikan kesuburan pada rambut
Getah lidah buaya dapat dioleskan pada rambut sebelum memberikan shampo. Didiamkan + 1/2 jam pada rambut, kemudian bersihkan dengan shampo. Rambut tidak mudah rontok dan tetap hitam bila cara ini dipakai secara rutin.

Sumber : http://carlasabandar.wordpress.com/2010/05/13/apotik-hidup-indonesia/
komentar | | Read More...

Sirih (Piper betle L.)

Penulis : teguh on Selasa, 27 Desember 2011 | 17.55

Selasa, 27 Desember 2011

Tanaman sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang merambat yang termasuk dalam famili Piperraceae. Umumnya tumbuh di India, Sri Lanka, Nusantara Melayu dan Indonesia yang ditanam di kebun-kebun rakyat atau ditemukan liar di antara belukar. Nama lokal tanaman ini adalah sirih, sedah (Jawa), Seureuh (Sunda).

Botani

Daun sirih berbentuk bulat telur, ujungnya runcing, bertulang dan melengkung. Warna daunnya yang masih muda, hijau kekuning-kuningan dan setelah tua kelihatan hijau
pekat atau hijau kebiru-biruan. Biji sirih berbentuk bulat kecil seperti biji lada.

Sirih ada beberapa macam yaitu sirih Belanda, berdaun lebar, berbau dan rasanya lebih tajam. Warnanya hijau tua, sebagian kekuning-kuningan.Sirih Jawa merupakan jenis yang terbanyak ditemukan. Daunnya lembek dan rasanya kurang tajam, warnanya hijau rumput. Sirih cengkeh, daunnya terasa seperti cengkeh, jenis tanamannya lebih kecil, daun berwarna kuning. Sirih hitam merupakan jenis sirih yang biasa digunakan sebagai campuran obat-obatan.

Kandungan Kimia

Sirih mengandung minyak volatil (mudah menguap), antara lain; candinen, chavicol, eugenol metil eter, caryophyllen dan etilbrenzcatechin. Selain itu, sirih juga mengandung zat samak, enzim diastase, gula dan vitamin A, serta chavibetol dan allilphyrocatechol.

Kegunaan

a. Daunnya diseduh dengan air panas, hasil rebusan airnya dapat dipergunakan sebagai obat, misalnya:
Menghilangkan bau busuk dari mulut dengan cara berkumur,
Menghilangkan pendarahan gusi pada gusi yang baru dicabut giginya,
Keputihan, dengan cara mempergunakan air rebusan tersebut untuk membilas liang senggama.

b. Daun yang masih segar digulung dapat digunakan sebagai obat hidung yang berdarah (mimisan) dengan jalan memasukkan gulungan daun tersebut ke dalam lubang hidung.

c. Daun sirih dihangatkan di atas api, hasilnya kemudian ditempelkan pada payudara sehingga dapat mengurangi produksi air susu yang berlebihan (4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya, kemudian dipanggang dengan api).

d. Untuk obat batuk dapat dicampur dengan daun saga 1 potong kayu manis dan gula batu secukupnya, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih. Hasil rebusannya dapat diminum.

e. Menghilangkan gatal-gatal sehabis melahirkan
Ambil 1 genggam daun sirih kemudian direbus dengan air. Dalam keadaan hangat dapat dipakai untuk kompres bagian yang gatal yang digunakan 2 kali sehari (pagi dan sore).

Sumber : http://carlasabandar.wordpress.com/2010/05/13/apotik-hidup-indonesia/
komentar | | Read More...

Manfaat bawang merah

Penulis : teguh on Kamis, 10 November 2011 | 05.03

Kamis, 10 November 2011

Tanaman yang digunakan sebagai penyedap pada makanan ini ternyata memiliki manfaat besar bagi kita. Biasanya digunakan untuk bumbu sayur-sayuran dan sering juga dimasak sebagai bawang goreng yang digunakan untuk pelengkap rasa pada masakan. Tapi taukah anda manfaat dari bawang merah sendiri? Untuk itu mari kita simak manfaat apa saja sih yang ada dalam kandungan bawang ini.

Dari hasil penelitian, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46%. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21%, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00%. Tri Purwaningsih, 1991. FMIPA Farmasi UI, demikian sumber waspada menyebutkan.

Telah melakukan penelitian efek protektif Bawang Merah pada kerusakan hati akibat karbon tetraklorida. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata Bawang Merah menghambat peningkatan GPT plasma dan kerusakan jaringan hati akibat CCl4.

Manfaatnya seperti untuk mengobati penyakit :
- batuk
- haid tidak teratur
- kencing manis
- obat cacing
- demam pada anak-anak (obat luar)
- perut kembung pada anak-anak (obat luar)
- mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah
- memberikan peluang kesembuhan pada penderita asma
- menurunkan tekanan darah dan kadar lemak di dalam darah
- mencegah naiknya gula darah pada penderita diabetes melitus

Batuk
Siapkan umbi bawang merah 4 gram, daun poko segar 4 gram, daun sembung segar 4 gram, herba segar 4 gram, buah adas 2 gram dan air 125 ml. Caranya dengan dipipis, dibuat infus atau pil dan dapat dipergunakan sehari sekali dengan diminum. Lama pengobatannya selama 14 hari.

Kencing Manis
Siapkan umbi bawang merah (dirajang) sebanyak 4 gram, buah buncis (dirajang) 15 gram, daun salam (dirajang) 10 helai dan air 120 ml. Caranya dibuat infus dan diminum sekali 100 ml. Lama pengobatannya 14 hari.

Demam
Perut Kembung pada Anak-anak Ramuan: Umbi Bawang Merah (potong tipis) secukupnya Minyak Kelapa secukupnya Minyak Kayu Putih secukupnya Cara pembuatan: Diremas-remas. Cara pemakaian: Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.

Sumber : http://tipsku.info/manfaat-bawang-merah/
komentar | | Read More...

Manfaat daun selederi

Penulis : teguh on Jumat, 04 November 2011 | 09.23

Jumat, 04 November 2011

Tanaman yang bernama Latin Apium graveolens ini memang telah dikenal banyak manfaatnya untuk kesehatan. Tak hanya daunnya saja yang memiliki khasiat, akar, buah dan biji seledri pun dapat digunakan sebagai obat. Akar selederi berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif).

Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, menyatakan bahwa seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1 persen, minyak atsiri 0,033 persen, flavoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C. Setiap 100 gram daun seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 4 gram, serat 0,9 gram, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, iodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akarnya mengandung asparagin, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamine, dan tirosin. Bijinya mengandung apiin, minyak menguap, api genin, dan alkaloid.

Hasil sebuah penelitian di tahun 1988, menemukan infus daun seledri dengan kadar 10 persen sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian. Penelitian lain yang dilakukan di FMIPA Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, tahun 1985, pemberian ekstrak seledri dengan cara peras menunjukkan penurunan tekanan darah kucing. Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyak efek sedatif dan antikonvulsan pada tikus. Minyak menguap pada biji tanaman ini dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans.

Dr. Setiawan Dalimartha, mantan anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta menerangkan beberapa pemakaian seledri untuk pengobatan. Untuk obat yang diminum, 30-40 lembar daun seledri direbus, lalu air rebusannya diminum. Cara lain, 1,3–3,9 gram biji seledri direbus dalam api kecil selama 3 jam, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, giling daun segar hingga halus, lalu borehkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang.

Dari suburkan rambut hingga obati rematik Berikut ini ramuan seledri dan manfaatnya bagi kesehatan.

1. Menyuburkan Rambut
Caranya:

Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Setelah dikeramas, gosokkan tumbukan daun seledri ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

2. Menurunkan Kolesterol
Caranya:

Cuci 30 gram akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus. 3. Mengatasi Alergi Caranya: Ambil 2 batang seledri,

3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang, cuci bersih, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

4. Mengurangi Kolik dan Sakit Perut
Caranya:

Sediakan 60 gram seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring, airnya diminum sekaligus.

5. Meredakan Batuk
Caranya:

Cuci 30 gram seledri segar, lalu potong-potong. Rebus dalam 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Bila suka, tambahkan madu. Gunakan ramuan ini untuk dua kali minum, pagi dan sore.

6. Mengobati Bronkitis
Caranya:

Cuci 60 gram seledri segar, 10 gram kulit jeruk mandarin kering, dan 25 gram gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

7. Menurunkan Tekanan Darah
Caranya:

Cuci 100 gram seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 cangkir air hangat, lalu disaring. Setelah dingin, bagi untuk dua kali minum, pagi dan siang. 8. Mengatasi Mata Kering Caranya: Makan daun seledri sebagai lalap segar. Lakukan setiap hari. 9. Mengobati Rematik Caranya: Cuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Makan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari. @

sumber : kompas . com
komentar | | Read More...

Temu Hitam: Pendongkrak Nafsu Makan

Penulis : teguh on Jumat, 07 Oktober 2011 | 01.11

Jumat, 07 Oktober 2011

Jika anak bermasalah dengan nafsu makan, cobalah temu hitam sebagai solusi. Sudah lama air perasan rimpang tanaman obat ini diyakini mampu mendongkrak nafsu makan anak, sekaligus sebagai obat cacing alami.

Ibu Dewi mengeluhkan anak laki-lakinya yang sangat susah makan. Meski sudah berganti-ganti menu, tetap saja selera Echa yang masih berusia 2 tahun 6 bulan itu tak berubah. Kalaupun mau makan, harus main kejar-kejaran dulu atau dikulum saja, itu pun setengah piring tidak habis.

”Mungkin memang pembawaan anak begitu, ya…. Ada masa-masa anak susah makan,” komentarnya.

Tak mau menyerah, Dewi mencoba meminumkan suplemen cair penambah nafsu makan yang dibelinya di apotek. Hanya satu atau dua hari saja Echa doyan makan, setelah itu ia harus diberi suplemen lagi.

Sang nenek lalu menyarankan agar Echa diberikan ramuan temu ireng atau temu hitam tadi. Ternyata berhasil baik. Ramuan berupa perasan rimpang temu ireng berukuran satu jari dicampur dengan gula jawa agar tidak terlalu pahit, terbukti mampu menjadi solusi alami.

”Sesendok air temu ireng membangkitkan nafsu makan Echa 3 sampai 4 minggu. Tak hanya itu, makannya juga tidak cuma dikulum-kulum saja,” ungkap Dewi.

Membunuh cacing
Membaca cerita di atas, sebagian dari kita mungkin teringat sebuah ”ritual” pada masa kecil. Cekokan temu hitam, atau dalam bahasa Jawa disebut temu ireng, sering kali dijadikan solusi jika anak tidak mau atau susah makan. Rasanya yang pahit itulah yang ditakuti anak-anak.

Sugeng Hanafi, pengembang tanaman obat dari Kediri, menilai bahwa ramuan temu hitam sampai sekarang masih terbukti efektif untuk meningkatkan nafsu makan anak dengan sedikit memodifikasi rasa pahitnya. Pemberian gula jawa adalah salah satunya.

Bahkan, menurut dia, ada ibu yang meramunya dengan dicampur sedikit sirup agar anak lebih suka. Tentu saja ramuan ini lebih tepat untuk anak di atas usia setahun karena kemampuan anak menelan dan mengunyah sudah baik.

Temu hitam (Curcumae aeruginosae Rhizoma) merupakan tumbuhan semak. Batangnya berwarna hijau dan agak lunak karena merupakan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun. Panjang batang lebih kurang 50 cm. Tingginya dapat mencapai 2 meter.

Tanaman obat ini menghasilkan rimpang berukuran besar, rasanya pahit dan tajam. Sifatnya dingin, bercabang merata, dan merupakan umbi batang. Khasiatnya, antara lain, sebagai obat cacing (anthelmintik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak, meningkatkan nafsu makan (stomatik), dan pembersih darah setelah melahirkan atau haid.

Dari beberapa penelitian efek farmakologis terungkap adanya hubungan pengaruh perasan rimpang temu hitam pada cacing askaris (sejenis cacing parasit di pencernaan) babi in vitro dan kontraksi usus halus (jejunum) marmut.

Perasan rimpang dapat membunuh cacing askaris babi, seperti piperasin sitrat. Cairan rimpang dapat menekan amplitudo kontraksi spontan usus kelinci (F.X. S. Dirdjosudjono, Taroeno, Sudjiman, dkk., Bagian Farmakologi FKH dan Bagian Farmakologi Farmasi, FF UGM).

Berdasarkan penelitian, daya membunuh cacing (anthelmintik) rimpang temu hitam pada cacing askaris babi secara in vitro, ternyata daya anthelmintik minyak asirinya paling kuat dibandingkan dengan perasan ataupun infus temu hitam (Taroeno, Kun Sumardiyah S., dan Sugiyanto, Bagian Biologi Farmasi, FF UGM).

Mudah dikembangkan
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, dari pengalaman sehari-hari, temu hitam sebenarnya juga sering dijadikan campuran ramuan untuk berbagai keluhan, tak hanya untuk penambah nafsu makan dan obat cacing alami. Bagian tanaman yang sering digunakan sebagai obat adalah rimpangnya.

Namun, dalam menyimpan rimpang temu hitam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya setelah dicuci bersih, rimpang dipotong-potong, kemudian dikeringkan. Cara paling baik adalah diangin-anginkan agar kandungan minyak alaminya tidak banyak yang hilang dibandingkan dengan setelah dicuci langsung disimpan ke wadah atau tempat kering.

Untuk pemakaian dalam, terutama dengan cara diminum, gunakan rimpang sebanyak 1-2 jari tangan. Sebaliknya, untuk pemakaian luar, cukup dengan mencuci rimpang segar secukupnya, kupas, dan giling sampai halus. Tambahkan minyak kelapa, aduk merata. Gunakan untuk menutup kudis, borok, dan ruam kulit.

Tanaman ini relatif mudah dikembangkan sebagai tanaman obat keluarga karena karakternya yang relatif mudah hidup atau tidak perlu perawatan khusus. Selain ditanam di pekarangan atau perkebunan, temu hitam juga banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang rumput, atau di ladang pada ketinggian 400-750 meter di atas permukaan laut.

Jadi, tak ada salahnya mengembangkan tanaman ini sebagai koleksi di pekarangan atau cukup dibudidayakan di pot. Selain tidak memerlukan perawatan yang rumit, juga memiliki manfaat luar biasa.

Meramu ”koneng hideung”
Meramu temu hitam atau dalam bahasa Sunda disebut koneng hideung ini relatif mudah. Berikut beberapa contoh kegunaan ramuannya:

Meningkatkan nafsu makan:
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari tangan), cuci, lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, campur dengan gula jawa atau pemanis (sirup). Setelah dingin, saring, lalu bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari, sebelum makan.
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari), cuci bersih, lalu parut. Gunakan air perasannya untuk diminumkan ke anak atau sebagai ”cekokan”. Campur dengan gula jawa atau pemanis lainnya, misalnya madu, agar rasanya tidak terlalu pahit. Lebih baik berikan untuk anak di atas usia setahun, saat kemampuan menelan dan mengunyah sudah baik.

Obat cacing:
- Siapkan 25 gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, lalu minum.
- Cara lain, air perasan temu hitam seukuran ibu jari dicampur dengan madu dan sedikit air hangat.

Setelah melahirkan:
- Cuci bersih temu hitam (dua jari tangan), buang kulitnya. Tumbuk sampai halus, tambahkan setengah cangkir air panas, lalu aduk hingga merata. Setelah dingin, saring dengan kain dan minum sekaligus. Lakukan selama tiga hari setelah melahirkan.
- Ambil 25 gram temu hitam. Rebus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Tambahkan madu jika perlu. Minum selagi hangat.

Batuk berdahak:
- Cuci rimpang segar temu hitam (25 g), lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu bagi dua sama banyak untuk diminum pada pagi dan sore hari. Bisa pula dengan menambahkan jahe.

Pereda nyeri haid:
- Ambil 25 gram temu hitam, 20 gram kencur, 20 gram kunyit, 2 ruas asam jawa. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum selagi hangat.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/04/11011690/Temu.Hitam.Pendongkrak.Nafsu.Makan
komentar | | Read More...

Lidah Buaya Bantu Atasi Diabetes

Penulis : teguh on Senin, 19 September 2011 | 23.22

Senin, 19 September 2011

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr Freddy Wilmana MFPM SpFK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat, antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, lidah buaya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin.

Mengandung Antioksidan

Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.

Yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

Ramuan lidah buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari. Ambeien

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari. Sembelit

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/03/12/10012780/Lidah.Buaya.Bantu.Atasi.Diabetes
komentar | | Read More...

Manfaat Buah Leci Untuk Kesehatan

Penulis : teguh on Sabtu, 20 Agustus 2011 | 03.50

Sabtu, 20 Agustus 2011

Leci yang manis kaya zat gizi karena mengandung kadar vitamin C dan kalium yang tinggi. Zat-zat yang ada dalam leci dapat mencegah dan mengobati aneka penyakit, antara lain batuk, luka lambung, dan hipertensi.

Buah leci (Litchi chinensis Sonn) berasal dari provinsi Kwantung dan Fukien di Cina Selatan. Pada tahun 1873 tanaman ini menyebar ke Hawaii, kemudian ke Florida, AS pada tahun 1883. Provinsi Kwantung dan Fukien di Cina terkenal sebagai produsen terbesar buah leci, diikuti oleh India dan negara-negara lainnya.Di Indonesia, tanaman leci belum begitu populer. Namun, karena memiliki cita rasa yang unik dan nilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga telah mulai dicoba dibudidayakan di Bali (Gianyar, Tabanan, Badung) dan Cianjur.

Leci merupakan tanaman subtropis yang termasuk ke dalam famili Sapindaceae atau soapberry. Dikenal dengan beberapa istilah, seperti lichi, litchi, lichee, laichi, leechee, atau lychee. Buah leci memiliki harga jual yang tinggi, baik dalam keadaan segar maupun dalam bentuk olahan.

Kandungan Leci
Setiap 100 gram buah leci, terdapat 72 mg vitamin C. Vitamin ini adalah vitamin terbanyak yang dikandung buah leci. Hanya dengan memakan sembilan buah leci, kebutuhan harian vitamin C orang dewasa akan terpenuhi. Buah ini juga rendah lemak sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang sedang berdiet ataupun hanya mempertahankan berat badan.

Kandungan sukrosa dan glukosa buah leci juga sangat melimpah. Mengonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya. Kandungan gula di dalamnya sangat bervariasi, tergantung varietas leci. Selain itu, leci adalah sumber serat pangan (dietary fiber) yang lumayan. Sebab, setiap 100 gram buah leci, serat yang dimiliki sekitar 1,3 gram.

Membantu Pertumbuhan dan Mencegah Kanker
Selama ini, anggur merah dianggap paling baik untuk kesehatan jantung. Namun, berdasarkan penelitian di Prancis, ditemukan bahwa leci memiliki kandungan polifenol 15% lebih tinggi daripada anggur merah. Polifenol berguna untuk mencegah kerusakan jaringan sel tubuh yang bisa menyebabkan kanker. Penelitian tersebut dimuat dalam Journal of Nutrition. “Polifenol berperan sebagai benteng pertahanan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit dan kerusakan sel,” kata David Grotto, penulis buku 101 Foods That Could Save Your Life!

Selain itu, di dalam buah leci, terdapat kalsium, fosfor, dan magnesium. Ketiga mineral ini sangat penting untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan. Mineral ini juga diperlukan oleh orang dewasa untuk menghambat laju osteoporosis.

Membantu Menurunkan Hipertensi
Kadar kalium yang terdapat dalam buah leci sangat tinggi. Kalium sangat berguna untuk meningkatkan keteraturan denyut jantung. Potasium, nama lain kalium, juga bagus untuk mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh. Selain itu, buah ini juga dapat dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Padat Gula
Kandungan air pada buah leci cukup tinggi, yaitu sekitar 77 – 83 persen, kadar energinya mencapai 66 kkal per 100 gram. Sebagian besar energi berasal dari karbohidrat (gula), yaitu sebesar 59,5 kkal, sisanya dari protein dan lemak berturut-turut sebesar 2,8 kkal dan 3,7 kkal. Kandungan karbohidrat pada buah leci cukup tinggi (16,53 g per 100 g buah) yang terdiri dari berbagai jenis gula.

Leci mengandung sukrosa dan glukosa melimpah, sehingga mengonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya. Kandungan gula yang terkandung pada leci sangat bervariasi tergantung dari varietas, tetapi umumnya mencapai 10–13 persen. Leci juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber) yang lumayan, yaitu sekitar 1,3 g per 100 g daging buah.Kadar lemak pada buah leci sangat rendah, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua kelompok usia, termasuk juga bagi yang sedang berdiet untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan. Karena itu, tidak ada batasan berapa banyak leci yang sebaiknya dikonsumsi per harinya.

Vitamin C dan Kalium
Vitamin yang paling menonjol pada buah leci adalah vitamin C dengan kadar 71,5 mg per 100 gram daging buah. Dengan mengonsumsi 100 gram buah leci, sudah dapat memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin C dalam sehari.

Vitamin C merupakan antioksidan alami yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai penyakit kanker. Berdasarkan keyakinan tersebut, dewasa ini vitamin C banyak ditambahkan ke dalam berbagai produk pangan olahan.

Mineral yang menonjol pada buah leci adalah potasium 171 mg, fosfor 31 mg, magnesium 10 mg, dan kalsium 5 mg. Walaupun dengan kadar yang rendah, leci juga mengandung zat besi, seng, tembaga, natrium, selenium, serta mineral lainnya.

Kalsium, fosfor, dan magnesium merupakan tiga serangkai mineral penting untuk pembentukan tulang dan kerangka tubuh yang normal, sehingga sangat dibutuhkan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan juga oleh orang dewasa untuk menghambat laju osteoporosis.

Tembaga merupakan salah satu mineral antioksidan. Kekurangan mineral ini dapat menggangu mekanisme normal tubuh dalam mengeliminasi keberadaan radikal bebas yang senantiasa terbentuk di dalam tubuh.

Mineral tembaga (Cu) dapat membentuk kompleks dengan sistem enzim antioksidan Superoksida Dismutase (SOD) yang berperan dalam menetralisasi radikal superoksida.

Hal yang sangat menarik perhatian dari komposisi mineral leci adalah perbandingan antara potasium (K) dan sodium (Na) yang sangat tinggi, yaitu 171:1. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena makanan olahan yang kita konsumsi sehari-hari umumnya mengandung Na tinggi, tetapi sangat rendah K. Hal tersebutlah yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penderita hipertensi di Indonesia.

Kalium (disebut juga sebagai potasium) sangat berperan penting dalam meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Dengan demikian, patut disayangkan jika proses pengolahan pangan seringkali menyebabkan rendahnya rasio kalium terhadap natrium, akibat pemakaian garam dapur dan MSG (penyedap rasa) yang berlebihan.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi K diharapkan dapat mengimbangi tingginya Na akibat konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG dan garam. Rasio Na dan K dalam makanan sehari-hari yang sangat dianjurkan adalah 1:1. Komposisi gizi secara lengkap dari buah leci dapat dilihat pada Tabel 1.

Kadar asam pada buah leci mencapai 0,20–0,64 persen. Jenis asam paling dominan adalah asam malat yang mencapai 80 persen, sedangkan 20 persen sisanya terdiri dari asam sitrat, suksinat, levulinat, fosfat, glutarat, malonat, dan asam laktat. Kombinasi gula dan berbagai jenis asam tersebut menyebabkan leci memiliki cita rasa yang manis dan menyegarkan.

Obati Batuk dan Luka Lambung
Dalam sejarah pengobatan, buah leci dipercaya dapat mengobati batuk serta memiliki efek yang menguntungkan untuk menyembuhkan gastralgia, tumor, dan pembesaran kelenjar.

Telah dilaporkan bahwa pemberian leci segar di Florida, dapat menyembuhkan luka lambung, sehingga penderita yang sebelumnya merasa terganggu dapat kembali menikmati makanan dengan enak. Penyebab pasti dari hal tersebut belum diketahui secara ilmiah.

Seperti halnya buah lengkeng dan aprikot, buah leci juga tergolong ke dalam buah yang bersifat panas (karena kebanyakan matang di hawa dingin), sehingga sangat cocok dikonsumsi kelompok orang yang badannya lemah dingin.

Energi vital dan limpa mereka kebanyakan lemah, metabolisme dasarnya rendah, tubuhnya kurang menghasilkan energi, kaki dan tangannya juga terasa dingin di hari-hari yang panas sekalipun. Wajah mereka lebih putih daripada orang biasa, dan jarang merasa haus, serta tidak suka mengonsumsi makanan dingin. Buah-buahan yang bersifat panas sangat bermanfaat bagi mereka.

Semoga Bermanfaat dan Menambah wawasan kita semua..

Sumber : http://www.coecoes.com/kesehatan/manfaat-buah-leci-untuk-kesehatan
komentar | | Read More...

Srikaya, Buah Surga Obat Beragam Penyakit

Penulis : teguh on Rabu, 15 Juni 2011 | 20.01

Rabu, 15 Juni 2011

Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan sampai ketinggian 800 m dpi.

Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum (berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning. Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol, warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengilap.

Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses.

Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

Kandungan Kimia
Akar dan kulit kayu mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol. Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Indikasi

Daun digunakan untuk mengatasi:
* batuk, demam,
* reumatik,
* menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi,
* diare, disentri,
* rectal prolaps pada anak-anak,
* cacingan, kutu kepala,
* pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Biji digunakan untuk mengatasi:
* pencernaan lemah,
* cacingan, dan
* mematikan kutu kepala dan serangga.

Buah muda digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentri akut, dan
* gangguan pencernaan (atonik dispepsia).

Akar digunakan untuk mengatasi:
* sembelit,
* disentri akut,
* depresi mental, dan
* nyeri tulang punggung.

Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentri, dan
* luka berdarah.

Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapt juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan senangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, srikaya mempunyai aktivitas antipnotozoa dan antheimintik.

Contoh Pemakaian

* Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehaii, ganti 2-3 kali.
* Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.
* Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.
* Membasmi kutu anjing
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.
* Mematikan kutu kepala
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.
* Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.
* Diare
Cuci kulit batang srikaya (6-10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lemban), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Catatan
* Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya.
* Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun.
* Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Sumber : http://tribunindonesia.wordpress.com/2008/02/11/srikaya-buah-surga-obat-beragam-penyakit/
komentar | | Read More...

Buah Nona Seri Kaya

Penulis : teguh on Selasa, 14 Juni 2011 | 19.08

Selasa, 14 Juni 2011

Tentu anda biasa lihat buah ini.. tetapi pernahkah anda merasai buah ini? Buah Nona atau nama sainsnya Annona squamosa berasal dari Amerika Selatan, merupakan sejenis buah yang berbonggol dan mempunyai banyak biji. Terdapat pelbagai jenis Nona, antaranya yang mempunyai kulit bewarna hijau atau merah. Buah yang ranum atau betul-betul masak memang sedap dimakan. Tapi entahlah, orang-orang sekarang ni mungkin kurang lagi berminat dengan buah yang berbiji (banyak pula tu)

Dari segi khasiat buah nona mengandungi protein, kalsium, serat, zat besi, vitamin dan mineral. Kandungan yang paling ketara ialah niacin yang dikatakan dapat mengatasi masalah sindrom saraf.

Di Malaysia mungkin ia tidak popular tetapi di Amerika Syarikat ia mendapat pasaran yang besar dan dijual dengan harga yang mahal. Kalau anda ada pokok ini di rumah cubalah menyemai bijinya, mana tahu pada masa akan datang buah nona ini mendapat permintaan.

Srikaya atau buah nona adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh di Nusantara walaupun sebenarnya tanaman ini berasal dari kawasan Hindia Barat.Buah dengan bentuk dasar bulat,berkulit buah dengan bentuk sisik cembung dan rasa daging buahnya manis adalah cirikhasnya, meski varietas tertentu sisiknya ada yang tidak cembung.Dia di sebut buah nona karena buah ini adalah termasuk famili Annonaceae.

SARIKAYA, MANFAAT SERTA KHASIAT.
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI.
Infusa biji buah srikaya berefek larvasida terhadap Aedes aegypti; sedangkan ekstrak biji berefek larvasida terhadap Culex quinquevasciatus, tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan bertelur dan daya tetas nyamuk. Ekstrak biji A.squamosa yang larut dalam air pada konsentrasi 1,0%--2,0% dan juga minyak yang diperoleh dari hasil pengepresan langsung biji menyebabkan kematian serangga uji. Isolasi senyawa asetogenin dari ekstrak yang larut dalam metanol biji Annona muricata dan Annona cherimola (Annonaceae) mempunyai aktivitas penting pada infeksi larva Molinema dessetae. Ekstrak daun Annona squamosa mampu membunuh Ascaridia galli, sebaliknya infusa daun Annona squamosa tidak mempunyai kemampuan membunuh Ascaridia galli. Air perasan daun sirsak (Annona muricata) 1:1 dan daun srikaya (Annona squamosa) 1:2 berefek sebagai antifertilitas dan embriotoksik terhadap janin apabila diberikan pada masa mulai kebuntingan sampai selesainya masa organogenesis, tetapi tidak menimbulkan cacat bentuk luar janin (cacat makroskopis). Kekuatan air perasan daun srikaya ternyata bersifat relatif lebih embriotoksik bila dibandingkan dengan air perasan daun sirsak. Daun Annona squamosa mempunyai efek antifertilitas dan embriotoksik pada tikus betina; serta berpengaruh pada daya reproduksi Sitophillus ori zae. Senyawa insektisida yang terdapat dalam biji Annona squamosa mempunyai daya bunuh ektoparasit. Tetrahidroisokinolin mempunyai aktivitas kardiotonik. Higenamin (p--hidroksibenzil6,7--dihidroksi-- 1,2,3,4--tetrahidroisokinolin) berinteraksi dengan adrenoreseptor, menghasilkan aktivitas inotropik positif pada otot jantung. Senyawa poliketida dan bistetrahidrofuran mempunyai efek antitumor .

TOKSISITAS.
Dapat mengiritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjungtivitis dan inflamasi.

PEMANFAATAN.
Bagian yang digunakan : Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

INDIKASI.
Daun digunakan untuk mengatasi: batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.
Biji digunakan untuk mengatasi: pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.
Buah muda digunakan untuk mengatasi : diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
Akar digunakan untuk mengatasi: sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: diare, disentri, dan luka berdarah.

CARA PEMAKAIAN.
Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan serangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.

CONTOH PEMAKAIAN.
Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2--3 kali.

Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.

Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.

Membasmi kutu anjing
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.

Mematikan kutu kepala
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.

Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.

Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.

Diare
Cuci kulit batang srikaya (6--10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masingmasing satu gelas.

Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Catatan :
Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya. Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun. Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Bambu Kuning Nature - Runy garden baru mengembangkan 4 jenis Srikaya antara lain :
1. Srikaya New Varietas
2. Srikaya jumbo Australia
3. Srikaya Attemoya Pink Mammoth
4. Srikaya merah

Srikaya - srikaya tersebut rasanya manis bahkan terkadang manis sekali.Untuk jenis New Varietas, daging buahnya lembut serasa bertepung dan biji buahnya jarang, aromanya wangi dan terkuar campuran wangi mangga harummanis.Besar buahnya bisa mencapai hampir 1 kg.Srikaya jumbo Australiapun tak kalah menawanya dengan new varietas.Srikaya - srikaya ini cocok untuk di kebunkan ataupun sekedar untuk koleksi tanaman di rumah.

Sumber : http://mudanulamak.blogspot.com/2009/10/buah-nona-seri-kaya.html

komentar | | Read More...

Khasiat Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.)

Penulis : teguh on Kamis, 09 Juni 2011 | 07.37

Kamis, 09 Juni 2011

Herba anual Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.) umumya pendek, kurang dari setahun, tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Nama Lokal :
Tanaman herbal bunga matahari memiliki berbagai nama lokal sebagai berikut. bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa lembut, netral.
Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik).
Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles).
Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria.
Akar: Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri.
Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih.

KANDUNGAN KIMIA:
Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C , oleanolic acid, echinocystic acid. Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol:

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan: dikeringkan.

KEGUNAAN:
Bunga:
Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik (arthritis), sulit melahirkan.
Biji:
Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar:
Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun:
Malaria.

Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum):
Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan ari kemih berlemak (chyluria).

PEMAKAIAN:
Bunga: 30 - 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
Akar : 15 - 30 gr.

PEMAKAIAN LUAR:
Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

CARA PEMAKAIAN:
Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala:
25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak dipecahkan) + 3 gelas air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.

2. Radang payudara (Mastitis):
Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

3. Rheumatik:
Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat yang sakit.

4. Disentri :
30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Akar :
1. Kesulitan buang air besar dan kecil:
15 - 30 gr akan segar direbus, minum.

2. Infeksi saluran kencing:
30 gr akar segar direbus. (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih, diangkat), minum.

CATATAN : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !

Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=31
komentar | | Read More...

Khasiat Daun Sirih

Penulis : teguh on Senin, 06 Juni 2011 | 23.08

Senin, 06 Juni 2011

Mengobati Mimisan Sampai Keputihan
Sirih merupakan tumbuhan obat yang sangat besar manfaatnya. Ia mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya. Daunnya banyak digunakan untuk mengobati mimisan, mata merah, keputihan, membuat suara nyaring, dan banyak lagi, termasuk disfungsi ereksi.

Khasiat daun sirih sudah banyak dikenal dan telah teruji secara klinis. Hingga kini, penelitian tentang tanaman ini masih terus dikembangkan.

Daun sirih telah berabad-abad dikenal oleh nenek moyang kita sebagai tanaman obat berkhasiat. Tidak hanya dikenal sebagai tumbuhan obat, tanaman bernama latin Piper betle lynn ini juga punya tempat istimewa dalam acara-acara adat di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Lampung, ada tarian bernama penggung cambai. Penggung artinya pegang, sedangkan cambai sirih. Tarian ini menggambarkan tata pergaulan muda-mudi yang menjunjung tinggi adat istiadat. Daun sirih dalam tarian ini menggambarkan lambang rasa hormat.

Pada banyak acara adat lain, daun sirih sering dihidangkan untuk menyambut tamu. Di Pulau Jawa, daun sirih dipakai dalam upacara adat perkawinan.

Zat Antiseptik Tinggi
Secara tradisional, tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini dipakai untuk mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita. Ini karena tanaman obat yang sudah dikenal sejak tahun 600 SM ini mengandung zat antiseptik yang mampu membunuh kuman. Kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.

Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Secara tradisional mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Pada pengobatan tradisional India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks.

Dengan sifat antiseptiknya, sirih sering digunakan untuk menyembuhkan kaki yang luka karena mengandung styptic buat menahan pendarahan dan vulnerary, yang menyembuhkan luka pada kulit. Juga bisa dikunyah untuk memperbaiki kualitas suara pada penyanyi.

Dari hasil penelitian sebagaimana dikutip oleh buku tanaman obat terbitan Kebun Tanaman Obat Karyasari diungkapkan bahwa sirih juga mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, meredakan dengkuran. Pada daunnya terkandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri). Ada juga kandungan tannin pada daunnya yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati,
dan mencegah diare.

Obat Keputihan
Khasiat daun sirih dalam menyembuhkan keputihan pernah diuji secara
klinis. Ini diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas
Indonesia. Ia mengatakan bahwa daun sirih punya khasiat yang lebih bermakna
dibandingkan dengan plasebo.

Pengujian melibatkan 40 pasien penderita keputihan yang tidak sedang hamil, menderita diabetes melitus, ataupun penyakit hati dan ginjal. Dua puluh di antaranya mendapatkan daun sirih, sedang sisanya diberi plasebo. Baik daun sirih maupun plasebo itu diberikan pada vagina sebelum pasien tidur selama tujuh hari.

Dari 40 pasien tersebut, 22 orang mendapat pemeriksaan ulang, masing-masing 11 mendapat plasebo dan daun sirih. Hasil pengujian ini membuktikan sekitar 90,9 persen pasien yang mendapat daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan pada kelompok yang diberi plasebo hanya 54,5 persen saja.

Penelitian lain tentang manfaat sirih dilakukan di IPB Bogor. Ir. Nuri Andarwulan, Msi dan kawan-kawan dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB melakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah minyak asiri daun sirih untuk memproduksi zat antioksidan. Ekstrak antioksidan tersebut selama ini masih diimpor.

Penelitian ini berpotensi menurunkan nilai impor bahan antioksidan. Di samping itu, produk emulsi yang dihasilkan dalam penelitian itu juga dapat dimanfaatkan untuk industri kecantikan.

Sementara itu, di India ada laporan penelitian yang mengatakan daun sirih mempengaruhi kesuburan pria, seperti dilaporkan oleh Indian Journal of Pharmacology. Efek daun sirih terhadap kesuburan laki-laki ini diujikan pada tikus.

Diduga, pemberian ekstrak daun sirih yang mengandung alkohol secara oral pada tikus punya efek antikesuburan. Menurut laporan tersebut pemberian dosis ekstrak yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pada tikus.

Di India, penelitian tentang daun sirih ini tidak hanya untuk kesuburan pria saja. Di sana, daun ini sudah diteliti untuk mengobati penyakit asma, bronkitis, rematik, lepra, dan sakit gigi, bahkan juga untuk disfungsi ereksi. Sayangnya, belum banyak penelitian sejenis di Indonesia.

Resep Daun Sirih
Daun sirih bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Berikut ini resep dari Kebun Tanaman Obat Karyasari tentang cara pemanfaatan daun sirih untuk kesehatan.

1. Batuk
Siapkan 15 lembar daun sirih dan tiga gelas air. Cuci bersih daun tersebut dan rebus sampai tersisa menjadi tiga perempat bagian. Minum bersama madu.

2. Bronkitis
Rebus tujuh lembar daun sirih yang telah dicuci bersih bersama sepotong gula batu dalam dua gelas air bersih. Tunggu sampai tersisa menjadi satu gelas. Minum tiga kali sehari masing-masing sepertiga gelas.

3. Menghilangkan bau badan
Ambil lima lembar daun sirih dan rebus dengan dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi satu gelas. Minum di siang hari.

4. Luka bakar
Ambil daun sirih secukupnya dan cuci bersih. Peras airnya dan tambahkan sedikit madu. Bubuhkan ke tempat luka bakar.

5. Mimisan
Siapkan satu lembar daun sirih yang agak muda, kemudian memarkan dan gulung. Gunakan untuk menyumbat hidung yang berdarah.

6. Bisul
Ambil daun sirih secukupnya dan cuci bersih. Setelah itu giling sampai halus dan dioleskan pada bisul dan sekelilingnya. Balut dan ganti dua kali sehari.

7. Mata Gatal dan Merah
Sediakan 5-6 daun sirih muda dan segar rebus dengan segelas air sampai mendidih. Tunggu sampai dingin dan gunakan untuk mencuci mata dengan gelas cuci mata tiga kali sehari sampai sembuh.

8. Koreng dan Gatal-Gatal
Rebus 20 lembar daun sirih sampai mendidih. Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk membasuh koreng dan gatal.

9. Menghentikan Gusi Berdarah
Rebus empat lembar daun sirih dalam dua gelas air. Gunakan untuk berkumur.

10. Sariawan
Ambil 1-2 lembar daun sirih kemudian cuci bersih. Kunyah sampai lumat dan buang ampasnya setelah selesai.

11. Menghilangkan Bau Mulut
Siapkan 2-4 lembar daun sirih, cuci bersih dan remas. Seduh dengan air panas lalu gunakan untuk berkumur.

12. Jerawat
Ambil 7-10 lembar daun sirih, cuci bersih dan tumbuk halus. Seduh dengan dua gelas air panas. Gunakan air tersebut untuk mencuci muka. Lakukan 2-3 kali sehari.

13. Keputihan
Rebus 10 daun sirih yang telah dicuci bersih dalam 2,5 liter air. Gunakan air rebusan yang masih hangat tersebut untuk mencuci vagina.

14. Mengurangi ASI Berlebih
Ambil beberapa daun sirih, cuci bersih dan olesi dengan minyak kelapa. Kemudian hangatkan di atas api sampai layu. Tempelkan di seputar payudara yang bengkak selagi masih hangat.

Sumber : http://obatmedic.blogspot.com/2009/09/khasiat-daun-sirih.html
komentar | | Read More...

Manfaat bunga kenanga

Penulis : teguh on Selasa, 10 Mei 2011 | 17.40

Selasa, 10 Mei 2011

Bunga kenanga sudah dikenal sejak lama. Para putri bangsawan gemar sekali memanfaatkannya. Tapi ibunda Presiden Megawati Soekarnoputri biasa menggunakannya untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut. Mau coba?

Kenanga sering pula disebut kenongo (Jawa), makosoi (Fiji), cadenia (Spanyol) dan Canangium odoratum Baill (Latin). Tumbuhan dari famili annonaceae ini diduga berasal dari Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena baunya yang harum, ia dikenal pula sebagai pohon parfum. Tinggi tanaman dapat mencapai 30 m. Selain tumbuh liar di hutan, ia juga bisa ditanam di pekarangan rumah, dan dapat tumbuh subur pada ketinggian 1200 m dpl.

Daunnya berbentuk lonjong, tandan bunga terjurai berwarna hijau tapi bila sudah tua berubah jadi kuning dan baunya sangat harum. Bunga ini mengandung asam bensoat, farnesol, geraniol, linalool, bensin asetat, eugenol, safrol, kadinen, dan pinen. Kandungan minyaknya cukup tinggi namun mudah sekali menguap.

Pada sebagian masyarakat Jawa, kenanga sering dipakai dalam ritual bersama melati, mawar dan bunga lainnya direndam dalam air yang berasal dari 7 sumur. Air rendaman itu biasa disebut 'Air Bunga Setaman' yang biasanya dipakai untuk mandi bagi calon pengantin saat upacara siraman. Masih dipakai juga saat upacara tingkeban, upacara setelah 7 bulan mengandung.

Dengan aromanya yang harum, bunga kenanga yang berwarna hijau kekuningan itu, bersama melati dan kantil merupakan bunga kesayangan anggota keluarga keraton di kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Pada keluarga bangsawan itu, kenanga lazim digunakan untuk bahan 'ngadi salira' (perawatan tubuh). Caranya, bunga atau minyak kenanga itu dijadikan sebagai bahan untuk luluran sehingga akan menghasilkan kulit dan wajah yang lembut.

Penggunaan wewangian dengan aroma kenanga sendiri menunjukkan kelembutan bagi yang pemakainya. Sedang menurut DR. Martha Tilaar dalam bukunya Kecantikan Perempuan Timur, Ibu Fatmawati (ibunda Presiden Megawati Soekarnoputri), biasa menggunakan bunga kenanga dicampur daun pandan dan daun mangkokan lalu direbus dengan minyak kelapa sebagai bahan untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut.

Sakit Kuning
Banyak ahli pengobatan tradisional mengatakan, penyakit kuning dapat diobati dengan ramuan temulawak dicampur dengan bambu kuning. Namun berdasarkan pengalaman, kenanga bisa juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit kuning.

Untuk pemakaian awam, 3 kuntum bunga kenanga dimasukkan ke dalam segelas air panas, setelah itu ditutup hingga dingin. Setelah itu lalu diminum 3 kali sehari, sebanyak 1/3 gelas sekali minum. "Itupun jenis penyakit kuning biasa yang bukan disebabkan dari hepatitis" kata R. Broto Sudibyo, Pengembang Kesehatan Masyarakat di RS Bethesda, Yogyakarta.

Masih menurut Broto yang juga Kabid Centra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional Pemda DI Yogyakarta, bila diolah secara utuh dan tidak diekstrak, ramuan kenanga ini hampir tidak memiliki efek samping. Penggunaan secara empiris, katanya, setidaknya sudah membuktikannya.

Kosmetika
Ditambahkan, minyak kenanga juga sangat baik untuk terapi aroma (aromatheraphy). Ia akan mengatur aliran kelenjar andrenalin dalam sistim syaraf sehingga menimbulkan perasaan senang, tenang, menghilangkan rasa gelisah, marah, dan panik.

Ada pun untuk kosmetikan, bagian tanaman yang banyak digunakan adalah ekstrak dari bunganya yang berwarna kuning kecoklatan. Bila digunakan dalam sabun akan mempunyai efek penyeimbang untuk kulit berminyak maupun kulit kering. Di samping itu minyaknya dapat memperkuat dan merangsang pertumbuhan rambut. Sedang untuk urusan kecantikan, minyak kenanga dipakai dalam campuran masker dan lulur.

Taryono, Kepala Badan Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor, punya pendapat lain. Menurutnya, bunga kenanga hanya menghasilkan minyak atsiri yang baik untuk bahan pembuat parfum. Sedang kegunaan untuk maksud lain, Taryono mengaku belum ada penelitian yang memadai.

Penyakit Kulit Hingga Asma
Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma dalam Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat Bunga kenanga dapat juga digunakan untuk beberapa pengobatan berikut ini:
a. Pemakaian Luar :
1. Demam nifas: 5 kuntum bunga kenanga, 5 kuntum bunga turi merah, rimpang kunyit, kencur, temu hitam masing-masing 10 gram, dan 25 gram asam, semuanya ditumbuk halus, tambahkan sedikit garam dan air bersih, lalu digosokkan pada bagian punggung atau sebagai tapal pada perut. Lakukan dua kali sehari.
2. Encok (rematik) : 12 kuntum bunga kenanga yang belum mekar, 30 gram daun srikaya, 20 gram daun ketapang, 20 gram jahe, 10 butir merica, dicuci dan ditumbuk halus lalu tambahkan air dan kapur sirih sedikit, diaduk lalu digosokkan pada bagian badan yang sakit. Lakukan dua kali sehari.
3. Kudis (scabies) : 50 gram bunga kenanga dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan 20 cc minyak goreng, dipanaskan sebentar, setelah dingin minyaknya dioleskan pada bagian kulit yang sakit.
4. Digigit serangga : 2 kuntum bunga kenanga, 1 kuntum bunga mawar, 10 kuntum bunga melati, diremas dengan 1 sendok teh minyak kelapa, kemudian ditempelkan pada luka bekas gigitan.

b. Pemakaian Dalam :
1. Sakit kepala : 15 gram bunga kenanga dan 15 gram jahe diiris-iris, direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
2. Mengatasi perasaan gelisah : 15 gram bunga kenanga dan 30 gram kim cim direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, lalu airnya diminum sedangkan kim cimnya dapat dimakan.
3. Malaria, asma : 3 kuntum bunga kenanga yang kering diseduh dengan 200 cc air mendidih lalu tutup rapat, setelah agak dingin disaring lalu diminum. Lakukan secara teratur.
4. Sesak napas (asma) :
- 15-30 gram bunga kenanga direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, tambahkan 1,5 sendok teh gula pasir, disaring lalu diminum lakukan dua kali sehari.
- 15 gram bunga kenanga dan 15 gram kulit semangka kering, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
5. Radang saluran napas (bronchitis) : 10-15 gram bunga kenanga dan 10 gram pahap/umbi bunga lili kering direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 150 cc, disaring lalu diminum selagi hangat. Lakukan dua kali sehari.
6. Batuk (tussis) : 15 gram bunga kenanga, 15 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering, dan 10 gram pahap/umbi bunga lili kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu air diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur.
7. Mencegah dan mengatasi hepatitis : 30 gram bunga kenanga, 20 gram temulawak, dan 15 gram bangle direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Setelah dingin, disaring lalu airnya diminum.
8. Mencegah dan mengatasi bau badan : 15 gram bunga kenanga dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum. Lakukan secara teratur.
9. Keputihan : 30 gram bunga kenanga dan 30 gram kulit delima kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum. Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.
10.Radang saluran kencing : 20 gram bunga kenanga, 30 gram daun kumis kucing segar, 30 gram sambiloto segar, dan 30 gram daun sendok segar, dicuci dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 500 cc, lalu airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

Catatan :
Umbi bunga lili/pahap dapat dibeli di toko obat Tionghoa, kim cim dapat dibeli di supermarket. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Sumber : http://clubbing.kapanlagi.com/
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger