News Update :
Tampilkan postingan dengan label lidah buaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lidah buaya. Tampilkan semua postingan

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit

Penulis : teguh on Sabtu, 15 Desember 2012 | 23.57

Sabtu, 15 Desember 2012

Lignin merupakan kandungan yang terdapat di dalam daun lidah buaya yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tidak menjadi kering dan terjaga elastisitasnya, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya alergi kulit pada pemakainya. Ditambah dengan kandungan antrakuinon dan asam amino yang akan sangat berguna bagi kulit karena membantu kulit untuk segera memperbarui diri untuk menghasilkan sel-sel baru dan dapat menghilangkan sel kulit mati. Daging dari daun lidah buaya ini juga memiliki tingkat keasaman yang sama dengan yang dimiliki manusia dan mampu meresap dengan baik ke dalam tubuh juga memiliki kandungan saponin yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan secara teratur dapat membuat kulit Anda sehat dan tampak cantik berseri. Anda juga dapat memanfaatkan aloe vera sebagai masker wajah, karena juga mengandung antioksidan yang mencegah penuaan dini.

Efek dingin dari jelly lidah buaya dapat menjadi pertolongan pertama saat Anda menderita luka bakar atau tersiram air panas. Dapat pula dimanfaatkan untuk kulit yang perih akibat sengatan matahari yang berlebih. Cukup tempelkan daging lidah buaya pada daerah yang terluka. Rasa dingin yang dihasilkan dari lidah buaya akan membantu proses penyembuhan.

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,”

Mengandung Antioksidan Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya. Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.

semoga bermanfaat..

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11411675
komentar | | Read More...

Kulit Indah Dengan Lidah Buaya

Penulis : teguh on Selasa, 11 Desember 2012 | 01.42

Selasa, 11 Desember 2012

Lidah buaya memiliki manfaat yang besar dalam perawatan kulit. lidah buaya berisi hampir 20 asam amino, mineral seperti kalsium, magnesium dan natrium dalam jumlah yang cukup, enzim, vitamin, polisakarida, nitrogen dan kandungan lain yang membuatnya menjadi produk kecantikan herbal.

banyak produk kecantikan dari bahan lidah buaya, baik berbentuk spray, gel, lotion, bahkan dalam bentuk kapsul. Gel dan lotion lidah buaya telah menjadi sangat populer dalam produk kecantikan. Lidah buaya juga digunakan untuk pengobatan memar dan luka bakar, karena dapat memicu regenerasi sel kulit dan memiliki efek anti-bakteri dan anti-jamur.

Lidah Buaya membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah sehingga memfasilitasi peredaran oksigen lebih mudah antara sel-sel sehingga nutrisi dapat disalurkan. Lidah buaya juga baik untuk gigitan serangga, jerawat, luka bakar matahari, jamur.

miliki kulit yang sehat, bersinar dan indah dengan perawatan kulit herbal!

source : tips dan artikel
komentar | | Read More...

Khasiat Lidah Buaya Bagi Kesehatan

Lidah buaya merupakan tanaman yang kaya akan manfaat bagi kesehatan, dilihat dari bentuk dan namanya yang menyeramkan, siapa sangka memiliki banyak manfaat dalam perawatan kesehatan. berikut ini beberapa manfaat lidah buaya bagi kesehatan kita :

1. Lidah buaya untuk obat luka bakar dan luka luar.
Lidah buaya memiliki khasiat yang dapat membantu menyembuhkan dan mendinginkan luka, luka bakar dan luka akibat sengatan sinar matahari. belah / patahkan batang lidah buaya dan oleskan kebagian kulit yang terluka. Jika Anda tidak memiliki tanaman lidah buaya, Anda dapat menggunakan gel lidah buaya yang sudah banyak dijual toko obat / apotik.

2.Lidah buaya untuk pencahar / mempelancar pencernaan.
pada lapisan daun lidah buaya mengandung Aloin yang dapat digunakan sebagai obat pencahar, tetapi disarankan untuk tidak menggunakan lidah buaya untuk menurunkan berat badan karena apabila penggunaan yang berlebihan tidak aman dan dapat menyebabkan diare, kram, kehilangan kalium dan ketidakseimbangan elektrolit. Tanaman lidah buaya mengandung asam lemak yang anti-inflamasi yang berguna membantu menjaga keseimbangan basa untuk mencegah keasaman pada pencernaan seperti lambung dan usus.

3.Lidah Buaya untuk arthritis ( Radang sendi / encok / rematik )
Anti-inflamasi pada lidah buaya membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan dari arthritis. Oleskan campuran lidah buaya dan minyak kayu putih ke daerah yang sakit dan pijat. Lidah buaya membantu penyerapan minyak kayu putih dan memungkinkan untuk merangsang darah dan mengurangi rasa sakit di lutut, siku, jari-jari dan sendi lainnya.

Itulah beberapa manfaat lidah buaya bagi kesehatan dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapat dari tanaman yang bernama lain aloe vera ini. mulailah manfaatkan tanaman yang bisa juga sebagai tanaman hias dihalaman kita ini. selain mendapat manfaat sebagai tanaman hias juga bermanfaat bagi kesehatan.

source : tips dan artikel
komentar | | Read More...

Tanaman Pencegah Rambut Rontok

Penulis : teguh on Jumat, 16 November 2012 | 16.31

Jumat, 16 November 2012

Biasanya, produk perawatan rambut yang tidak cocok, juga akan menjadi pemicu kerontokan. Misal saja adalah shampo, krim rambut dan sejenisnya.

Berikut adalah tanaman pencegah rambut rontok.

1. Teh Hijau - Menumbuhkan dan mencegah kerontokan.
Meningkatkan pertumbuhan rambut secara alami dan mencegah kerontokan karena mengandung antioksidan yang berguna untuk rambut.

Cara:
Ambil 2 bungkus daun teh hijau yang sudah diseduh dengan air hangat.
Balurkan pada rambut secara lembut.
Diamkan selama 30 menit dan bilas rambut hingga bersih.

2. Lidah buaya - Menyuburkan dan menebalkan rambut.
Nama latin lidah buaya adalah ALOEVERA.
Memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berguna untuk menyuburkan dan menebalkan rambut.

Cara:
Satu lidah buaya potong menjadi dua.
Ambil lendirnya.
Usapkan pada rambut dan pijit perlahan.
Diamkan selama 15 menit, bilas.

3. Seledri - Menguatkan dan Berkilau.
Memiliki kandungan kalsium, zat besi, natrium, vitamin A dan Vitamin B. Mampu menstimulasi pertumbuhan rambut agar lebih sehat, kuat dan bercahaya.

Cara:
Ambil beberapa batang seledri.
Bersihkan dan blender dengan telur yang sudah dikocok.
Oleskan pada rambut, pijit perlahan.
Diamkan selama 30 menit, bilas.

Sumber : http://obatsakit2011.blogspot.com/2012/07/tanaman-pencegah-rambut-rontok.html
komentar | | Read More...

Manfaat Lidah Buaya

Penulis : teguh on Senin, 07 Mei 2012 | 04.31

Senin, 07 Mei 2012

Siapa yang tidak mengenal lidah buaya (Aloe vera)? Lidah buaya adalah satu jenis tanaman sukulen yang dewasa ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, bahan kosmetika dan berbagai produk olahan makanan dan minuman. Mengingat begitu banyak manfaat dan khasiat yang terkandung didalamnya, tanaman ini sering dijuluki sebagai “Tanaman Ajaib”, “Tanaman untuk Luka Bakar”, “Tanaman Penyembuh”, “Mutiara Hijau”, atau “Tanaman Keabadian”. Bahkan lidah buaya menjadi salah satu dari 10 jenis tanaman terlaris dan terfavorit di dunia yang dikembangkan secara luas di Amerika Serikat, Meksiko, Karibia, Israel, Australia, Thailand, dan beberapa negara di Eropa.

Tanaman Lidah buaya dibudidayakan secara intensif di Indonesia mulai beberapa tahun yang lalu, utamanya di Pontianak, Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor terutama ke Jepang. Jepang adalah negara pengguna lidah buaya terbesar di dunia, kebutuhan akan lidah buaya segar tidak kurang 20 kontainer (300 ton) per bulan yang sementara ini banyak dipasok oleh Brazil dan Thailand.

Walaupun dikenal 350 jenis Aloe, hanya lima jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller atau Caracao aloe), Aloe perryi, Aloe ferox, Aloe Arborescens dan Aloe Saponaria. Dari kelima jenis Aloe tersebut, hanya Aloe vera yang paling berpotensi dikembangkan guna memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.

Tanaman ini mudah diperbanyak dan relatif tidak menuntut pemeliharaan intensif baik di lahan pekarangan, dalam pot atau polibag. Lidah buaya dapat tumbuh mulai di daerah dataran rendah sampai pegunungan. Untuk berproduksi secara optimal, lidah buaya menghendaki ketinggian 200 – 700 m dpl. dengan jenis tanah aluvial, latosol, podsolik, andosol, atau regosol dengan drainase yang cukup baik. Di daerah yang bersuhu antara 16oC – 33oC , lidah buaya dapat tumbuh baik dengan curah hujan 1.000 – 3.000 mm kubik per tahun dan musim kering agak panjang.

Budidaya lidah buaya sebaiknya dilakukan secara organik (dengan pupuk kandang dan tanpa pestisida) serta menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan lainnya yang intensif. Apalagi, tanaman ini relatif sedikit hama dan penyakit yang mengganggunya, maka besar kemungkinan produktivitasnya akan tinggi. Dengan asumsi penanaman lidah buaya dilakukan secara intensif, berat panenan setiap pelepah bisa mencapai 0,8 – 1 kg dan populasi per hektar mencapai 7.000-10.000 tanaman. Dengan demikian, 1 ha lahan dapat menghasilkan 5,6 -10 ton berat basah. Di pasaran, harga pelepah segar Rp 1.300 per kg dan biasanya dijual dalam bentuk cendol lidah buaya untuk dikonsumsi. Produk olahan berupa minuman sari lidah buaya biasanya dijual dengan harga Rp 1.500 – 2.000 per gelas (cup).

Sebanyak 95% lidah buaya mengandung air, sisanya adalah bahan aktif (active ingredients) seperti: minyak esensial, asam amino, mineral, vitamin, enzim dan glikoprotein. Lidah buaya mengandung cairan bening seperti jeli dan cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tanaman ini adalah barbaolin, isobarbaloin, aloe-imodin, aloenin dan aloesin yang mengandung antibiotik. Efek farmakologis lidah buaya diantaranya adalah obat luka bakar, pencahar (laxatic), parasiticide dan memperbaiki pancreas. Juga, tanaman ini sebagai obat sakit kepala, pusing, sembelit (constipation), kejang pada anak, kurang gizi (malnutrition), batuk rejan (pertussis), muntah darah, kencing manis, wasir, dan meluruhkan haid. Dan tak kalah pentingnya, lidah buaya dapat dijadikan sebagai obat alamiah untuk penderita HIV/AIDS karena kandungan polisakarida dan acelated mannose.

Daun lidah buaya digunakan sebagai dasar kosmetika karena mengandung Zn, K, Fe, Vitamin A, asam folat dan kholin. Gel/lendir lidah buaya mengandung vitamin B1, B2, B6, B12, C, E, inositol dan asam folat. Kandungan mineral lidah buaya antara lain adalah kalsium, fosfor, besi, sodium, magnesium, mangan, tembaga dan chromium dan zinc, sedangkan enzim yang terkandung adalah amylase, catalase, cellulose, carboxypeptidase, carboxyhelolase, phophatase, lipase, catalase, creatine phoshokinase, nucelotidase, alkaline, proteolytase, dan lain-lain.

Namun, apabila digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, lidah buaya berakibat efek samping, misalnya: urine berwarna merah muda (pink) atau merah, dan kerusakan pada ginjal atau diare yang akut, atau jantung berdebar karena kurangnya kadar potasium dalam darah. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsi lidah buaya dan segera berkonsultasi dengan dokter!

Disamping itu, perlu kehati-hatian dalam mengkonsumsi lidah buaya utamanya bagi: anak-anak dibawah usia 12 tahun, wanita hamil atau merencanakan kehamilan, wanita yang sedang haid dengan pengeluaran darah yang banyak, ibu sedang menyusui. Orang yang mengalami gangguan pada perut dan usus, orang yang mengkonsumsi obat-obatan dari jenis licorine, diuretik, atau kortikosteroid, pengidap penyakit Crohn’s, orang yang mengkonsumsi obat antiarrythimic, dan orang yang setelah operasi laparotomy.

Di negara Hongkong, Taiwan dan Cina, mengkonsumsi lidah buaya sudah membudaya. Masyarakat di sana mengkonsumsi lidah buaya dalam bentuk juice, manisan bahkan dicampur dengan teh. Jika ingin lebih kreatif, daging lidah buaya sebenarnya lezat untuk dijadikan beragam masakan. Produk olahan lidah buaya antara lain: nata the aloe, krupuk, instant lidah buaya, sirup, dodol, selai, tepung, aloe leather dan koktail sampai Aloe vera gel. Karena teksturnya kenyal dengan rasanya menyegarkan, lidah buaya juga cocok untuk campuran salad dan tumisan.

Melihat berbagai peluang usaha tersebut, baik sebagai bahan baku maupun olahan, lidah buaya menjadi salah satu lahan bisnis domestik maupun ekspor yang sangat menggiurkan. Apalagi, negara kita masih sebagai pengimpor lidah buaya seperti untuk industri sabun, sampho, tepung aloe, dan sari aloe, serta olahan lainnya.

Sumber : http://bengkeltip.wordpress.com/
komentar | | Read More...

Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Penulis : teguh on Minggu, 01 Januari 2012 | 18.57

Minggu, 01 Januari 2012

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) termasuk dalam famili Liliaceae yang kemudian dikenal denan nama “Medicine Plant” atau “First aid plant”, karena tanaman ini mampu meredam rasa sakit pada kulit yang terkena api dan juga dikenal sebagai “burn plant”. Lidah buaya termasuk tanaman sukulen (berdaging dan bergetah) seperti juga lidah mertua (Sansiviera trifasciata), merupakan kerabat dekat lidah buaya. Perbedaannya terletak pada daging daunnya, dimana daun lidah buaya berdaging lebih tebal daripada daun lidah mertua.

Botani

Batang lidah buaya dikelilingi oleh daun-daun yang lebih tebal berbentuk rosel dengan mempunyai ujung yang lebih runcing yang mengarak ke atas, karena batangnya gemuk dengan daun berduri, kumpulan daun ini terlihat dari jauh berbentuk tunggal seperti tanaman. Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening atau lekat, sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan karena mempunyai stomata lebih tebal sehingga bisa tertutup rapat sekali yang dapat mencegah penguapan air dan daging buah di dalamnya benar-benar terhindar dari kekeringan.

Kandungan Kimia

Teknologi analisis kimia yang lebih maju ditemukan pula polisakarida, glukomanan, asam krisofan dan enzim protease (pemecah protein) dalam getah pulp tersebut. Selain mempunyai kandungan tersebut, masih ditemukan sejumlah asam amino, vitamin dan mineral. Asam amino dapat membantu dalam menyusun protein pengganti sel-sel kulit yang rusak akibat luka, sedang vitamin dan mineral menjadi pendorong dalam rangkaian proses kimia yang diperlukan dalam penyembuhan luka.

Kegunaan

a. Mengobati kencing manis
Gunakan 1 batang lidah buaya kemudian dicuci bersih dengan air, durinya dibuang, lalu dipotong-potong seperlunya dan direbus dengan 3 gelas air, sehingga menghasilkan 1/2 gelas air. Hasil dari rebusannya dapat diminum sehari 3 kali 1/2 gelas sehabis makan.

b. Mengobati batuk rejan
Gunakan daun lidah buaya sekitar 15-18cm, kemudian direbus dan tambahkan gula secukupnya. Hasil dari rebusannya diminum.

c. Mengobati sifilis
Gunakan bunga lidah buaya dan tambahkan dagingnya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil dari rebusan diminum.

d. Mengobati luka terpukul, munta darah
Gunakan sebanyak 10-15 gram bunga kering lidah buaya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan diminum atau bunganya ditimkan dengan arak putih untuk pemakaian luar.

e. Mengobati kencing darah
Gunakan 15 gram daun lidah buaya, peras dan tambahkan sebanyak 30 gram glua, tambahkan air keras secukupnya. Hasil dari perasan diminum.

f. Mengobati wasir
Gunakan 1/2 batang lidah buaya yang sudah dihilangkan duri-durinya, dicuci bersih dengan air lalu diparut dan ditambahkan dengan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu lebah, diaduk merata dan disaring. Hasil saringan diminum 3 kali sehari.

g. Mengobati sembelit
Gunakan 1/2 batang daun lidah buaya, cuci bersih dengan air dan buang kulit dan durinya. Isinya diambil dan dicincang, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu lebah. Hasil campuran ini dimakan 2 kali sehari.

h. Memberikan kesuburan pada rambut
Getah lidah buaya dapat dioleskan pada rambut sebelum memberikan shampo. Didiamkan + 1/2 jam pada rambut, kemudian bersihkan dengan shampo. Rambut tidak mudah rontok dan tetap hitam bila cara ini dipakai secara rutin.

Sumber : http://carlasabandar.wordpress.com/2010/05/13/apotik-hidup-indonesia/
komentar | | Read More...

Lidah Buaya Bantu Atasi Diabetes

Penulis : teguh on Senin, 19 September 2011 | 23.22

Senin, 19 September 2011

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr Freddy Wilmana MFPM SpFK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat, antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, lidah buaya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin.

Mengandung Antioksidan

Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.

Yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

Ramuan lidah buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari. Ambeien

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari. Sembelit

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/03/12/10012780/Lidah.Buaya.Bantu.Atasi.Diabetes
komentar | | Read More...

10 Manfaat Lidah Buaya

Penulis : teguh on Minggu, 11 September 2011 | 22.48

Minggu, 11 September 2011

Aloe vera atau lebih dikenal dengan sebutan lidah buaya adalah tanaman tropis sukulen yang memiliki bentuk seperti daun berdaging. Daun ini memiliki banyak manfaat, baik sebagai obat maupun untuk kosmetik.

Lidah buaya merupakan tanaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif, seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan berbagai lektin. Lidah buaya juga mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal.

Zat-zat tersebut termasuk enzim yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan, semua jenis vitamin terkecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan; saponin yang berfungsi sebagai anti-mikroba, dan 20 dari 22 jenis asam amino.

Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang dapat Anda peroleh dari lidah buaya :

1. Detoksifikasi. Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, tetapi juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.

2. Gangguan pencernaan. Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut serta iritasi usus dan tukak lambung. Lidah buaya diketahui dapat menenangkan esofagus dan mengatasi refluks asam.

3. Kesehatan mulut. Lidah buaya sangat bermanfaat untuk masalah mulut dan gusi, terutama dalam memperbaiki gusi yang memburuk.

4. Perawatan kulit. Fungsinya juga menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan, serta perbaikan dan peremajaan kulit.

5. Diabetes. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen.

6. Membantu gerakan usus. Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.

7. Menjaga berat badan. Jus lidah buaya telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan.

8. Kekebalan. Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

9. Luka bakar. Gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.

10. Ketombe. Lidah buaya dapat membantu mengurangi gatal dan ketombe. Lidah buaya juga bisa digunakan untuk perawatan rambut sebelum keramas.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/07/06/0613466/10.Manfaat.Lidah.Buaya
komentar | | Read More...

Ramuan Penumpas Rematik Yang Jitu

Penulis : teguh on Kamis, 16 September 2010 | 23.27

Kamis, 16 September 2010

Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian tulang serta menimbulkan nyeri. Timbulnya rasa nyeri ini bisa datang secara tiba-tiba dan mendadak. Biasanya timbulnya rasa nyeri disertai pembengkakan dan suhu tubuh yang meningkat.

Selain ditandai dengan hal tersebut di atas, seringkali rematik juga disertai dengan gejala-gejala antara lain: rasa lelah, lemah, letih, kaku-kaku pada persendian, ketegangan pada otot-otot, dan lain sebagainya. Penyakit rematik bisa dipicu oleh berbagai hal, diantaranya: beban kerja yang terlalu berat, sirkulasi darah yang tidak lancar, stress.

Berikut ada resep tradisional yang lain, dan tentunya merupakan obat herbal alami untuk mengobati penyakit rematik. Anda juga bisa menggunakan berbagai jenis tanaman herbal seperti seledri, putri malu, dan botrowali, untuk mengobati penyakit rematik ini. Silahkan lihat di sini untuk mengetahui berbagai cara penggunaan tanaman herbal penumpas rematk tersebut.

Namun kali ini resep untuk mengobati rematik tidak dengan menggunakan bahan-bahan tersebut di atas, melainkan dengan menggunakan kencur, temulawak, dan bahan lainnya. Untuk lebih detilnya silahkan simak saja bahan dan cara membuat ramuan obat herbal alami rematik ala Prof. Hembing di bawah.

Bahan:
25 gram kencur
25 gram temulawak
15 gram jahe merah
5 gram adas
60 gram daun lidah buaya, kupas kulitnya

Cara membuatnya:
Semua bahan dikupas dan direbus dalam 600cc air. Jika rebusan sudah tersisa 300 cc, silahkan ramuan angkat dan dinginkan.
Minum selagi hangat sebanyak 1 kali setiap hari. Jangan lupa, lidah buayanya dimakan, ya!

Baiklah, selamat mencoba.
Sumber : http://www.obatherbalalami.com/2010/09/ramuan-penumpas-rematik-yang-jitu.html
komentar | | Read More...

Ramuan-ramuan Pengusir Kanker

Penulis : teguh on Minggu, 12 September 2010 | 09.29

Minggu, 12 September 2010

Sambiloto
Alam Indonesia dikenal juga sebagai penghasil tanaman obat herbal. Kini, selain pengobatan medis kedokteran, tidak sedikit dokter yang menyarankan pengobatan herbal. Berikut ini beberapa jenis ramuan yang lazim digunakan.

Dalam bukunya, yakni Cara Bijak Menangani Kanker, herbalis Yellia Mangan menyebutkan bahwa ramuan untuk penyembuhan kanker dapat dikonsumsi jika penyakit ini masih dalam stadium dini. Namun, bila tak kunjung ada perubahan atau tanda-tanda membaik setelah meminum ramuan obat selama dua bulan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau pengobat yang berpengalaman.

Menurut Yellia, ramuan untuk mengobati kanker dapat juga diminum segera setelah menjalani operasi pengangkatan kanker dan radiasi. Hal ini dimaksudkan untuk memutuskan rantai sel kanker yang mungkin masih tertinggal.

Sementara itu, jika menjalani pengobatan dengan kemoterapi, ramuan diminum setelah dua minggu sejak kemoterapi dilakukan. Bila dokter memberi obat, ramuan sebaiknya diminum dua jam sebelum atau setelah mengonsumsi obat dari dokter.

Terapi komplementer
Menurut Dr. Henry Naland, Sp.B-Onk, yang sehari-hari menangani penyakit kanker di RS OMNI Medical Center Pulo Mas, Jakarta, walaupun hingga kini pengobatan dengan tumbuhan obat masih ditentang oleh kalangan kedokteran, ada pula yang mulai bisa menerima. Bahkan, tidak sedikit yang tertarik mempelajari pengobatan dengan tanaman obat ini.

Dr. Henry menyarankan agar pemakaian tanaman obat ditempuh sebagai terapi tambahan (komplementer). Menurutnya, bila terapi dari dokter, seperti pembedahan, radiasi, dan kemoterapi, serta obat sudah dijalani, tapi tetap tidak ada kemajuan, tak ada salahnya mencoba pengobatan alternatif.

“Manfaat tanaman obat terhadap pencegahan penyakit kanker sangat besar. Salah satu hipotesis tentang cara kerja tanaman obat dalam melawan kanker adalah kandungan tanaman yang bersifat racun dapat mematikan kanker. Selain itu, kandungan kimia tanaman obat tersebut membantu mekanisme pertahanan tubuh dalam memerangi sel kanker untuk berkembang,” katanya.

Beberapa Jenis Ramuan Tanaman Obat untuk Kanker

1. Sambiloto
Tumbuhan sambiloto (Jawa) atau pepaitan (Sumatera) nama Latinnya Andrographis paniculata Nees. Nama simplisia sambiloto adalah Andrographidis herba (herba sambiloto), masuk dalam familia Acanthaceae.

Kandungan kimianya andrografin, androfolit (zat pahit), dan panikulin. Sifat antibiotik sambiloto sangat membantu dalam menyembuhkan luka akibat kanker. Berdasarkan penelitian praklinis, ekstrak sambiloto bermanfaat sebagai antitumor dan menghancurkan inti sel kanker. Salah satu kegunaannya untuk mengobati kanker prostat.

Sambiloto juga dapat menyembuhkan hepatitis, penyakit paru, disentri, tifoid, diare, amandel, influenza, radang ginjal, usus buntu, malaria, kencing nanah, kencing manis, kusta, jamur, keracunan tempe bongkrek, dan masih banyak lagi.

Karena banyak manfaatnya, orang sering menyimpan daun, batang, akar, dan bunga sambiloto. Sambiloto bisa dikeringkan dan disimpan. Pengeringan dan penyimpanan sebaiknya dilakukan sesudah tumbuhan itu berbunga.

Mereka yang tidak suka menggunakan obat kimia karena takut efek sampingnya, bisa menggunakan daun sambiloto diramu dengan bahan alami lain untuk menyembuhkan prostat. Untuk prostat, ada tiga ramuan yang menggunakan bahan dasar sambiloto.

Ramuan pertama:
Bahan:
30 gram daun sambiloto kering
30 gram meniran kering
30 gram akar alang alang kering

Cara Membuat:
Semuanya dicuci bersih, lalu dipotong kecil-kecil. Rebus dalam 2,5 gelas air dalam keadaan ditutup hingga mendidih. Setelah itu baru diangkat, tetapi tutup jangan dibuka. Setelah dingin, disaring. Diminum 2 kali sehari 1 gelas hingga gejala penyakit yang dirasakan hilang.

Ramuan kedua:
Bahan:
50 gram daun sambiloto kering
25 gram kulit semangka kering
50 gram daun pegagan kering
50 gram daun dewa kering
100 gram akar alang-alang
Cara Membuat: Sama seperti pada ramuan pertama.

Ramuan ketiga:
Bahan:
30 gram daun sambiloto kering
satu buah tanaman krokot (batang, daun, dan akarnya)
Cara Membuat: Setelah dicuci bersih, rebus dalam 2,5 gelas air selama seperempat jam. Biarkan masih dalam keadaan tertutup sampai dingin, lalu disaring dan minum 2 kali sehari 1 gelas hingga sembuh.

2. Temulawak
Temulawak biasa dibudidayakan orang dan menjadi salah satu komoditas pertanian.
Di Jawa Barat, temulawak dikenal dengan nama koneng gedeh.
Rimpang temulawak mengandung curcumin dan monodesmetoksi curcumin. Kandungan curcumin dalam rimpang temulawak berkhasiat sebagai antioksidan, antinflamasi, dan antitumor.
Temulawak juga berkhasiat menghilangkan rasa nyeri dan sakit karena kanker. Ekstrak temulawak sangat dianjurkan untuk dikonsumsi guna mencegah penyakit hati, termasuk hepatitis B yang menjadi salah satu faktor risiko timbulnya kanker hati.

Ramuan temulawak untuk kanker hati
Bahan:
10 gram rimpang temulawak
10 gram kunyit
10 gram daun sambiloto kering
10 gram rimpang temu mangga
10 gram ciplukan kering (seluruh bagian tanaman)
10 gram meniran (seluruh bagian tanaman)

Cara Membuat:
Setelah dicuci bersih, rimpang temulawak, kunyit, temu putih, dan temu mangga diparut halus. Parutan tersebut dicampur dengan ciplukan, meniran, dan daun sambiloto, lalu direbus dengan 2 gelas air putih sampai tersisa sekitar 1,5 gelas. Setelah disaring, ramuan diminum 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, tambahkan 1 sendok makan madu.

3. Lidah Buaya
Tumbuhan lidah buaya (Aloe vera Linn atau Aloe barbadensis) berdaun tunggal berbentuk taji, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi daun bergerigi, tebal berdaging, dan mudah patah. Permukaan daun berwarna hijau dan berbintik putih.

Lidah buaya bersifat dingin dan berkhasiat sebagai penurun kadar gula, pengontrol tekanan darah, antibiotik, dan analgesik (pereda sakit). Zat aloin dalam lidah buaya berfungsi sebagai pencahar.
Pemakaian lidah buaya lebih ditekankan sebagai immunotherapy dengan menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker dan ditunjang oleh khasiatnya sebagai antinflamasi (antiradang). Fungsi ini berkaitan dengan senyawa polisakarida yang terkandung dalam gel daunnya. Sementara itu, daun lidah buaya memiliki khasiat sebagai antikanker dan antitumor.

Ramuan lidah buaya

Bahan: Satu buah pelepah lidah buaya yang sudah tua berukuran sedang, dibuang durinya, tapi jangan buang kulitnya.

Cara Membuat: Potong-potong dan rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan lidah buaya diminum 3 kali sehari. Setiap kali hendak minum, Anda harus membuat rebusan baru.

Sumber: http://racik.wordpress.com
komentar | | Read More...

RSSPump

Translate

Arsip Blog

Random Post

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger